Laporkan Masalah

Peran Komite Sekolah :: Studi tentang peran Komite Sekolah sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah di SDN 023 dan SDN 024 Meskom Kabupaten Bengkalis Riau

IMELDA, Dr. Suharko

2006 | Tesis | S2 Sosiologi

Komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peranserta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan disekolah. Keberadaan komite sekolah sebagai upaya mewujudkan managemen sekolah berbasis masyarakat. Kendati komite sekolah dapat mendorong masyarakat untuk berperanserta dalam pengelolaan pendidikan, namun karena keberadaannya relatif baru, maka dalam prakteknya banyak terjadi distorsi sehingga peran komite sekolah yang diharapkan sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah tidak berjalan dengan optimal. Fenomena ini terjadi di SDN 23 dan SDN 24 Meskom di Kecamatan Bengkalis Riau. Penelitian ini dikategorikan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Sedangkan teknik pengumpulan data berasal dari data “primer” melalui pengamatan tidak terlibat dan wawancara langsung secara mendalam. Disamping data primer, penulis juga mengumpulkan data tambahan (sekunder) yang diambil dari dokumen-dokumen organisasi, peran-peran yang dijalankan komite sekolah, dan keputusan-keputusan yang diambil komite sekolah yang berhubungan dengan pengelolaan sekolah. Berdasarkan temuan di lapangan dapat dilaporkan bahwa peran komite sekolah sebagai Badan Pertimbangan, Badan Pendukung, Badan Pengontrol dan Badan Perantara di SDN 23 dan SDN 24 Meskom secara keseluruhan tidak berjalan dengan optimal. Peran komite sekolah baik di SDN 23 dan SDN 24 Meskom lebih terarah pada pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini dilakukan karena kondisi sarana dan prasarana SDN 23 dan SDN 24 Meskom belum memadahi untuk kegiatan proses belajar mengajar. Dengan demikian, peran komite sekolah di kedua SDN tersebut masih relatif sama dengan model BP3. Sedangkan tidak optimalnya peran komite sekolah di SDN 23 dan SDN 24 Meskom secara umum disebabkan 2 faktor, yaitu: 1). Rendahnya faktor pendidikan dan pekerjaan pengurus komite sekolah dari birokrasi sekolah. 2). Rekrutmen anggota dan pengurus komite sekolah dilakukan kepala sekolah dengan menunjuk orang-orang terdekat sehingga komite sekolah menjadi powerless karena tidak berani memberikan kritik kepada birokrasi sekolah.. Kedua faktor inilah kemudian menciptakan masalah-masalah baru yang dapat menjadi faktor penghambat peran komite sekolah di SDN 23 dan SDN 24 Meskom. Dengan demikian, maka keberadaan komite sekolah di SDN 23 dan 24 Meskom belum mampu mendorong terwujudnya model pengelolaan sekolah yang transparan, akuntabel, dan demokratis.

School committee is independent organization as a placed to participate of society to increase quality, spreadness, and efficiency of school management. The existence of school Committee as effort to realize school management based on society. In this context, the success of education is not only become central Government responsibility, but also Province Government, district, school’s bureaucracy, parents and also society. Althougt the existence of school committee can motivate society to participate in education management, but because of relative newly, so practically many happened distortion, therefore, the role of school committee is expected as placed to participate of society in school management is not worked optimally. This phenomenon has been happened in SDN 23 and SDN 24 Meskom, Bengkalis Riau. The starting of this cases, so this research entitle : THE ROLE OF SCHOOL COMMITTEE (Study on the Role of School committee as a place of the Partisipation of Society In School management In SDN 23 and SDN 24 Meskom, Bengkalis, Riau). This methods of this Research is qualitative methods with used a descriptive-qualitative approach. I also used technique of data’s collecting from primary data by non-participant observation and depth interview. Besides, I also collecting additional data (secondary data) such as organizational documents, The roles of school committee, and the decisions of school committee is related to school management From field researches, there is a finding that the roles of school committee as a advisoy agency, supporting agency, controlling agency, and mediating agency at SDN 23 dan SDN 24 Meskom as a wholly is not worked optimally. The role of school committee more focussed on development of school infrastructures. Its meaning, the role of school committee at SDN 23 and SDN 24 is still equal to BP3 model. This is happened because of many factors: 1). No honorarium for board of school committee. 2). There are still reluctance of board of school committee to remind of school bureaucracy, if they were deviation on the planning and implementation of school’s activity. 3). There are still unwillingness of school bureaucracy in giving their occasion for implementating of its role and function. 4). No access of school’s information. 5). There are difficulty to coordination amongst board of school committee in a meeting. 6). There are role conflict because of double status; as a school bureaucracy and a board of school committee. Thereby, The existence of school committee at SDN 23 dan SDN 24 Meskom is not motivate to realize transparancy, accountability, and democracy on school management model.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat,Komite Sekolah,Pengelolaan Sekolah,Role, School committe, and School management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.