Pelaksanaan kuota perempuan dalam Undang-undang No.12 Tahun 2003 pada Pemilu Legislatif 2004 di Kabupaten Magelang
RAHMAWATI, Aminah Dewi, Prof.Dr. Mudiyono
2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Perjuangan perempuan untuk mendapatkan keadilan dalam berbagai dimensi kehidupan senantiasa dilakukan, karena masih banyak sisi – sisi kehidupan yang masih jauh dari konsep keadilan bagi perempuan. Dalam kehidupan politik , tingkat keikutsertaan perempuan terutama dalam parlemen masih sangat minim. Hal ini dapat dilihat dari jumlah perempuan yang ada dalam Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) yang telah mengalami penurunan dari pemilu ke pemilu. Pada pemilu 1992 jumlah perempuan dalam parlemen mencapai 12,5%, Pemilu 1997 menjadi 11,5% dan pada Pemilu 1999 hanya mencapai 9%, apabila melihat hasil pemilu di daerah, angka perempuan jauh lebih kecil. Padahal data kependudukan menunjukkan perempuan menduduki jumlah yang lebih besar di banding laki – laki. Mencermati kondisi di atas, perubahan terjadi pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2004. Pada Pemilu 2004, telah diterapkan strategi affirmatif action dengan dicantumkan kuota perempuan 30% pada setiap pencalonan baik di setiap tingkatan maupun di setiap daerah pemilihan bagi semua partai politik peserta Pemilu. Dalam aplikasinya masih banyak partai politik di daerah – daerah yang belum mampu mencapai angka pencalonan 30%, termasuk di Kabupaten Magelang. Penelitian ini memfokuskan pada faktor – faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya kuota 30% pada partai – partai politik peserta pemilu yang ada di Kabupaten Magelang pada Pemilu 2004. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, diharapkan metode ini mampu menguak faktor – faktor yang berkaitan dengan perempuan, partai politik dan Pemilu di Kabupaten Magelang. Dengan menggunakan observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dari berbagai sumber yang berkaitan dengan fokus penelitian seperti pengurus partai politik, calon anggota legislatif perempuan, pengurus organisasi massa dan organisasi sosial perempuan diharapkan didapatkan informasi yang lengkap dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan angka pencalonan perempuan pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Magelang yang belum mencapai kuota 30 % disebabkan masih adanya mobilisasi perempuan dalam politik yang hanya menjadikan perempuan sebagai vote getter dan belum mencapai posisis strategis dalam Partai Politik yang memungkinkan perempuan mencalonkan dan menempati nomor urut jadi, rekruitmen partai politik yang bias gender sehingga perempuan jarang menempati posisi strategis, kemampuan perempuan yang masih terbatas dalam berpolitik, biaya Pemilu yang mahal bagi perempuan, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung perempuan, menyebabkan Partai Politik belum optimal dalam pencalonan perempuan.
Woman Struggle to get the justice in so many life dimension is ever done/conducted, because still many side – life side which a long way off from justice concept of woman. In political life, mount the taking part in of woman especially in parliament still very minim. This matter is visible from amount of existing woman in Parliament (DPR), which have experienced of the degradation from general election to general election. At general election 1992 amount of woman in parliament reach 12.5 %, general election 1997 becoming 11.5 %, and general election 1999 only reaching 9 %, if seeing result of general election in area, woman number much more small. Thought resident data show, woman occupies the amount of larger ones compared to by a man. Careful is condition of above change happened at execution of general election 2004 at general election 2004 have been applied by strategy affirmative action mentionedly by kouta woman 30 % in each nomination of either in each; every level and also in each; every election area for all political party of general election participant. In its application still many political party in area, which not yet can reach the nomination number 30 %, including in Sub-Province Magelang. Research focused at factors influencing do not reach of kouta 30 % at political party of participant of general election of exist in Sub-Province Magelang of at general election 2004. Research method used by method descriptive qualitative, expected by this method can open the factors of related to woman, political party and general election in Sub-Province Magelang. By using observation, interview the, focus of Group discussion (FGD) from various source of related to research focus of like official member of political party, legislative member candidate of woman, official member of organization of social organization and mass of woman expected to be got by a accurate and complete information. Result of research show the number of woman nomination at legislative general election in Sub-Province Magelang which not yet the kouta 30 % caused there still his/its is woman mobilization in politics is only making woman as vote getter and not yet reach the Strategic position in conducive politics party of woman nominate and occupy the serial number become the, recruitment of politics party which deflect the gender so that woman seldom occupy the strategic position, woman ability which still limited in Political, expense of costly general election to woman, and also regulasi which not yet fully support the woman, causing political party not yet optimal in woman nomination
Kata Kunci : Perempuan dan Politik,Pemilu Legislatif,UU No12 Tahun 2003