Laporkan Masalah

Program bantuan ternak pada keluarga miskin di Kabupaten Magelang

SURARYO, Sri, Dra. Susi Daryanti, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor – faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan program bantuan ternak kepada keluarga miskin di Kabupaten Magelang. Seperti diketahui bahwa dalam rangka mengurangi jumlah keluarga miskin di Kabupaten Magelang yang setiap tahunnya mengalami kenaikan, Pemerintah Kabupaten Magelang membuat sejumlah program yang salah satunya adalah bantuan ternak kepada keluarga miskin. Pada proses kebijakan program ini, telah dikonsepkan melalui cara partisipatif, transparan, kesediaan dan keberlanjutan. Namun meskipun begitu program ini tetap mengalami kegagalan. Untuk mengetahui permasalahan tersebut, maka penelitian dilakukan dengan menggali informasi langsung dilapangan untuk menjelaskan permasalahan pelaksanaan bantuan ternak kepada keluarga miskin, pengaruhnya terhadap respon masyarakat yang ditandai dengan tingkat perkembangan usaha / budidaya dilokasi kegiatan dan tingkat pergulirannya kepada keluarga miskin setempat lainnya. Informasi dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Analisis kualitatif ini dikaitkan terhadap bagaimana tingkat komunikasi sosial partisipatif yang menjadi konsep dari implementasi program bantuan ternak kepada keluarga miskin menjadikan keberhasilan program. Komunikasi sosial partisipatif adalah tingkat interaksi antara petugas dengan keluarga miskin penerima bantuan dimana masing – masing pihak mempunyai kesempatan yang sama untuk turut serta dalam pengambilan keputusan pada proses perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi program. Kaitan yang lain adalah melalui potensi internal dan eksternal penerima program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komunikasi sosial partisipatif dalam tahap perencanaan yang ditunjukkan dengan interaksi para penerima bantuan dengan petugas dalam menyusun rencana kegiatan berlangsung dalam kondisi yang berbeda – beda. Ada Desa sangat intens dalam penyusunan ini, namun ada juga yang tidak, dimana mereka hanya terima barang ( bantuan ) tanpa terlibat pembahasan. Akan tetapi jenis bantuan yang diterima pada umumnya sesuai dengan kemauan dan kemampuan penerima bantuan. Hasil yang dicapai dari pengelolaan bantuan menunjukkan pengaruh yang signifikan yaitu hewan ternak dapat berkembang dengan baik, namun tidak mengenai keberlanjutan usaha dan perguliran ke pihak keluarga miskin yang lain. Pada tahap pelaksanaan, komunikasi sosial partisipatif berlangsung intens khususnya pada tahap pelaksanaan pengadaan bantuan, dimana keterlibatan penuh terjadi di pihak para penerima bantuan. Namun dalam tahap selanjutnya interaksi petugas dengan penerima bantuan intensitasnya tidak merata antara desa yang satu dengan yang lain. Pada tahap ini, Desa yang mendapatkan interaksi yang penuh, menunjukkan keberhasilannya baik perkembangan maupun perguliran ternak ke keluarga yang lain. Selanjutnya dalam tahap monitoring dan evaluasi, implementasi komunikasi sosial partisipatif berjalan dengan kondisi yang berbeda pula. Ketika penerima bantuan dapat berinteraksi kuat yang ditunjukkan dengan kunjungan yang memadai oleh petugas pasca penerimaan bantuan, maka hasil program menunjukkan hasil positif yang positifdan sebaliknya. Faktor potensi internal dan eksternal penerima bantuan menunjukkan menjadi faktor yang juga sangat mempengaruhi keberhasilan usaha mengelola bantuan yang diberikan. Namun yang dapat dipastikan bahwa program dapat nyata – nyata akan mencapai keberhasilan yang signifikan apabila faktor komunikasi sosial partisipatif pada semua tahap yang dipadukan dengan potensi internal dan eksternal penerima program, dilaksanakan secara penuh.

This research has aimed to expose the factors which influence the failure of cattle assistance program to thr poor family in Magelang Regency, to reduce total poor family in Magelang Regency which increased each year, the government of Magelang Regency makes en amount of programthat one was cattle assistance to the poor family. In this program policy process, it has been drafted through participative,transparent, innate effortand continuity manner. But this program was still failure. To observe the problem, the research eas carried out by exploring information directly on field to describe the problem of cattle assistance to the poor family, its influence to community response which signaled with business development/cultivation at the activity location and its turning level to the poor family in another place. Information was collected through interview, observation and documentation that further analyzed qualitatively. This qualitative analysis was related to how the participative sosial communication level that to be concept from implementation of cattle assistance program to poor family has made the success of program. The participative social communication was interaction level among officials with the poor familiy of assiatance recipient in which each parties have similar chance to participate on decision making againts the planning process, implementation and monitoring the program evaluation. Another relation was through internal and external potency of program recipients. The result shows that participate social communication on the planing phase that indicated with interaction among the assisstance recipients and officials on arranging activity plan was taken place in different condition. There is village that most intense on this arrangment, but there also the contrary village, in which they just receive the goods (assistance) without involve in discussion. But the kinds assistance were commo9nly agree with the wish and capability of the assistance recipients. The result achieved from managing the asisstance indicate a significant influence, that is, the cattle may well developed, but not related to the business continuity and turning to another poor family. On the implementation phase, the participate social communication was taken place intensely, particularly in the implementation phase on supplying assistance, in which full involment was taken place at the recipient parties. But in the next phase, the official interactive with assistance recipients, its intensity was not distributed evenly among one village and another village. In this phase, the village that gets full interaction indicates its succsess both in development or turning the cattle to another family. Furthermore, in monitoring and evaluation phase, implementation of the participative social communication was run in different condition as well. When the assistance recipient take strongly interacted which indicated with proper visitation by the official at post receiving assistance, the result of program indicates positive result and the opposite. The internal and external potency factors of the assistance recipient were factors that most influence also the success of business to manage the given assistance. But it can be sure that program will get really a significant succsess when the participate social communication factors in all phases that integrated with and external potencies of the program recipient were fully implemented. ii

Kata Kunci : Keluarga Miskin, Program Bantuan Ternak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.