Laporkan Masalah

Partisipasi Komite Sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di Kabupaten Gunungkidul

SULISTIYONO, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS

2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Masih rendahnya mutu pendidikan Indonesia mengharuskan adanya pembaharuan sistem pendidikan sebagaimana diatur dalam Undanf-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang didalamnya mengamanatkan pengelola pendidikan di persekolahan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS). Konsep manajemen yang berbasis pada sekolah atau dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di sekolah. MBS secara teori membuka peluang lebih luas bagi tumbuhnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan diwujudkan dengan peran-peran komite sekolah. Komite Sekolah merupakan mitra bagi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan di tingkat sekolah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi komite sekolah dalam pelaksanaan MBS di sekolah di Kecamatan Wonosari. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitaitf diskriptif, dengan mengambil lokasi empat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gunung Kidul yang terdiri dari 2 sekolah favorit dan 2 sekolah tidak favorit. Selain melalui teknik observasi dan teknik dokumentasi, data juga didapat melalui teknik wawancara dengan informan baik dari kepala sekolah dasar, pengurus komite sekolah maupun orang tua siswa. Sesuai judul penelitian ini, maka unit analisis yang tepat digunakan unit analisis organisasi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya partisipaisi komite sekolah yang beragam di lokasi penelitian dilihat dari aspek-aspek partisipasi maupun bentuk- bentuk partisipasi. Partisipasi meliputi aspek perumusan kebijakan dan program pendidikan, penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran Belanja dan Pendapatan), penentuan kriteria tenaga pendidikan, penentuan kritirea fasilitas pendidikan, dan pengawasan pendidikan. Sedangkan partisipasi komite sekolah dapat berbentuk sumbangan pimikiran melalui rapat-rapat, sumbangan keuangan, tenaga dan waktu. Sekolah-sekolah dasar di lokasi penelitian menunjukkan bahwa partisipasi komite di sekolah favorit lebih tinggi dan aspek partisipasi juga lebih luas termasuk dalam penentuan kriteria fasilitas, tenaga pendidikan, dan materi pendidikan ekstra kurikulemya. Sementara pada sekolah dasar yang tidak favorit lebih banyak bersifat pasif atau menunggu ide dari pihak sekolah. Bentuk partisipasi hanya diwujudkan dalam iuran sekedarnya. Sedangkan sumbangan pemikiran kurang tampak. Dapat disimpulkan bahwa keterlibatkan komite sekolah di SDN yang dianggap favorit menunjukkan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda. Sedangkan bentuk partisipasi komite sekolah sebagian besar bersifat finansial yang berhubungan dengan ketersediaan sarana dan prasarana pokok pendidikan. Partisipasi komite sekolah dipengaruhi oleh komunikasi dan kepemimpinan baik dari komite sekolah maupun pihak kepala sekolah.

The lower level of education quality in Indonesia should be improved and the its mechanism have regulated in The Education Laws No. 20, 2003 year that is content of National Education System have mandated schools management with school based management principal (Management Berbasis Sekolah = MBS). School Based Management concept which is known as MBS is one kind of efforts to improve operation quality of education in the school, as a teory has chance to public participation in education operation with school committee roles. School committee is a partnership of school in education operation at school level. This research was conducted to know how far of participation school committee in MBS operation at schools in Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. The reseach was carried out by descriptive qualitative approach where done at 4 Primary School location where 2 school are favorite school and 2 others are not favorite school. The data were collected by observation technique, documentation technique, and interview with informant included the primary school head , the broad of school committee and also the parents of student. Therefore, in this research were used organization analysis unit as a analysis unit which appropriate for data analysis. Results of these research showed there are variation of school committee participation with in aspects and forms. Participation of school committee included policy formulation and education programs, arrangement for RAPBS (Rencana Anggaran Pendapan dan Belanja Sekolah), decision for the criteria of education staff , decision for criteria of education facilities, and education supervision. Committee participation include contribution idea, fund, personnel, and time. Participation of school committee in favorite school tends higher than in non favorite school. The aspects of participation in favorite school are more wider than the others ones that included on decision of facilities criteria, education power, and extra curriculum education also. The other hand, school committee participation in the not favorite school is less shown and tends to be passive. They likes to waiting for school ideas and participation just in school contribution. Contribution in ideas are less shown. It’s could be concluded that the school committee participation level in favorite school are diverse. The participation forms is tends for financial contribution which correlation to the availability of main education facilities. School Committee participation is affected by communication and leadership from both school committee leader and head of school.

Kata Kunci : Pendidikan,Partisipasi Komites Sekolah, school committee, participation, operation of School Based Management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.