Pencapaian hasil belajar siswa tingkat Sekolah Menengah Atas di era otonomi daerah di kecamatan Bangli Kabupaten Bangli
RUPADANA, I Putu, Drs. Djoko Suseno, SU
2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)Desentralisasi Pengelolaan pendidikan secara luags dapat diberi makna bahwa Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pendidikan juga merupakan suatu investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, dimana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia untuk bersaing dalam kehidupan modern yang penuh tantangan. Dalam kerangka inilah pendidikan dipandang sangat strategis dan menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju, demikian halnya dengan masyarakat Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas. Luasnya wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia dan sangat bervariasinya kondisi daerah beserta masalah-masalah yang dihadapi telah mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan potensi daerah dan kendalanya dalam perencanaan. Standarisasi dan penyeragaman yang terpusat, dirasakan menghambat pelaksanaan pendidikan karena cendrung akan berakibat pada ketidak sesuaian antara rencana pusat dan kebutuhan daerah masing-masing. Sejalan dengan arah kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi yang ditempuh pemerintah, tanggung jawab pemerintah daerah akanmeningkat, termasuk dalam manajemen pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam berbagai tahap pembangunan pendidikan, sejak perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan sampai pemantauan atau monitoring di wilayah masing-masing, yang sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional. Tetapi kenyataan di lapangan berbicara lain, pada era sentralisasi ini nampak adanya ketidak seragaman pola induk yang ditempuh, bahkan cendrung terlalu banyak bereksperimen sehingga di wilayah pendidikan terdepan seperti sekolah-menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antar sekolah yang berujung pada rendahnya out put yang didapat. Ini disebabkan karena kurangnya pemahaman aparat pengelola pendid ikan atas beberapa komponen persekolahan yang harus ditangani secara menyeluruh dan berkesinambungan. Seperti Pembinaan karier guru, Pegawai dan juga siswa. Disamping minimnya beberapa fasilitas yang diperlukan. Rendahnya atau tidak meratanya kualitas yang dihasilkan sekolah selanjutnya menjadi pertimbangan masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya. Berdasarkan kenyataan ini maka di Kabupaten Bangli dan khususnya di Kecamatan Bangli banyak sekolah yang mengalami krisis penerimaan siswa dan selanjutnya menutup sekolahnya untuk selamanya.
The decentralitation of the education management simply means that education has an important part in the process of national development and it also determines the economic growth of a country. Education is also an investment for developing human resources, where the improvement of the skill and capability is believed as supporting factor for the human beings to compete in the challenging modem life. Therefore, education in viewed very strategicly and become a basic need for the society who wants to be progressive. It is also needed by Indonesian Society which live in a very large country. The vast area of Indonesia and the various condition of the regions as well as the problems faced by their siciety have encouraged the government to pay more affention to the potential of the regions and the abstracles of the development in educational sector, because the central planning tends does not match with the local needs. In complience with the autonomy and the decentralization policy, the responsibility of the local government will inccease, including in education management. The local government is exspected to improve their ability in every please of educational development, from formulating the policy, plenning, implementing until observing or monitoring, which is in accordance with the national education policy which is drawn up by the central government trough the National Education Department. However, the fact in the field shows something different. On the era of centralization, apparently there is different main pattern which is followed. Even it tends to do a lot of experiment so that it make a wide gap among schools, which at the end causes low quality of the out put. It happens because of the lack of understanding of the apparatus that mangge education toward the component of the school which have to be handled copletely and continusly, for example : establishing the carrer of the teacher, staff, and the student. Besides the lack the necessary fecilities, the low and inegmtable quality of the out put become Consideration of the siciety m choosing the school for their Children. Based on the above fact, many schools in Bangli regency, especially m Bangli distric get lack of student and then it makes the school closed down forever.
Kata Kunci : Desentralisasi Pendidikan, Otonomi Daerah, Hasil Belajar Siswa