Konflik masyarakat lokal atas kebijakan pengelolaan minyak :: Studi tentang konflik sosial antara perusahaan dengan masyarakat Ujung Pangkah Jawa Timur
THOHIRIN, Mohammad, Arie Sujito, M.Si
2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Sosiologi Pembangunan)Penelitian ini bermaksud untuk mendiskripsikan konflik masyarakat lokal atas kebijakan pengelolaan minyak di Ujung Pangkah sehingga diajukan beberapa pertanyaan :1) Bagaimana bentuk-bentuk konflik masyarakat lokal atas kebijakan pengelolaan minyak? 2) Faktor apa saja yang menyebabkan konflik? 3) Siapa saja pihak yang terlibat dalam konflik? dan 4) Mengapa terjadi perubahan kebijakan dalam mengatasi konflik? . Penelitian ini dilaksanakan di Ujung Pangkah yang telah mengadakan perlawanan terhadap perusahaan Amerada Hess.Pendataan dilakukan dengan cara membaca literatur wawancara, mempelajari dokumentasi, metode deskritif digunakan menganilisis respon masyarakat Ujung Pangkah terhadap konflik kebijakan pengelolaan minyak.1)Kelompokkelompok masyarakat yang mengadakan perlawanan terhada perusahaan Amerada Hess diantaranya FKPU, Nelayan, Petani tambak 2)Bantuan-bantuan Perusahaan terhadap Masyarakat Ujung Pangkah 3) Respon kelompok masyarakat terhadap perubahan kebijakan perusahaan Amarada Hess. Hasil Penelitian konflik sosial atas kebijakan pengelolaan minyak di Ujung Pangkah dapat disimpulkan pertama perlawanan dimulai melakukan rapat-rapat atau pertemuan kelompok, menyusup masuk dalam keanggotaan BPMU, memasang spanduk-spanduk sepanjang sudut jalan, melakukan demo-demo kekabupaten Gresik dan membakar alat-alat perusahaan baik dilapangan maupun di rumah-rumah yang di kontrak perusahaan Amerada Hess Kedua Penyelesaian konflik dilakukan perusahaan Amerada Hess dengan sosialisasi, pemberdayaan dan penyaluran dana community development. seperti pada FKPU berupa pemberdayaan tanduk bandeng, kupas udang dan juga pada nelayan koperasi unit bersama.
This research is conducted to describe the conflict in local community against the government policy on oil management in Ujung Pangkah. therefore some questions are posted: 1) What are the forms of local community conflict against the policy on oil management? 2) What factors influence the conflict? 3) Who are involved in local community conflict against the policy on oil management? and 4) Why does it change the policy on dealing with social conflict against company in Ujung Pangkah? This research is excected in Ujung Pangkah the conflict in local comumunity againts the government policy on oil management. Data conducted by reading literature, studying interview and documentation, used descriptive method to analyse respons society the conflict in local community against the government policy on oil management in UJung Pangkah: 1 community groups such as FKPU (Communication Forum of Ujung Pangkah Youths), fishermen,2. Subsidy from Amerada Hess company to society of Ujung Pangkah 3. The respon groups society from changging the polices Amarada Hess Campany. Froms research the Conflict in local community against the government policy on oil management in Ujung Pangkah to take cloncluced, First. Conflict begins from conducting group meeting, being members of BPMU (Representative Body of Ujung Pangkah Society), posting some posters in the corners of street, conducting demonstration at regency office of Gresik and burning company equipments available in the field and in houses rented by Amerada Hess company.Second resolution of conflict with include socialization, empowerment and dissemination of community development fund, so that society empowerment is only focused on the proponent groups such as empowerment of oxen horns and peeling off shrimp shells for FKPU, and common unit cooperative and handling passive money for fishermen.
Kata Kunci : Konflik Masyarakat Lokal,Kebijakan Pengelolaan Minyak,Resolusi Konflik,Conflict In Local Comunity, Respons, Resolution Conflict