Distrik Salatiga 1900-1942
WURYANI, Emy, Prof.Dr. Djoko Suryo
2006 | Tesis | S2 SejarahPada akhir abad XIX, kehidupan sosial ekonomi di Salatiga mengalami perubahan besar sebagai akibat dari berkembangnya perkebunan-perkebunan swasta dan sarana transportasi yang menghubungkan pedalaman Jawa dengan pantai Utara Jawa. Hal ini membawa akibat perubahan ekologi Salatiga pada tata guna tanah, kegiatan ekonomi, jumlah penduduk yang tinggal di Salatiga serta image dan identitas Salatiga sebagai kota transit. Laporan-laporan dan sumber lisan menunjukkan adanya hubungan erat antara kegiatan ekonomi dengan kebijakan pemerintah yang membawa pengaruh pada ekologi Salatiga dan identitas Salatiga Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi di Salatiga pada tahun 1900-1942 dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dinamika sosial ekonomi serta permasalahan yang dihadapinya. Penelitian ini lebih banyak menggunakan sumber dokumen dan sumber lisan. Sumber dokumen diperoleh di Salatiga, Semarang, dan Jakarta. Sumber lisan digunakan untuk melengkapi sumber dokumen terutama berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan administrasi desa. Hasil penelitian adalah pertama, meningkatnya kegiatan ekonomi pada awal abad XX telah mengubah pemanfaatan tanah milik pemerintah dan penduduk untuk tanaman komersial, usaha ekonomi dan sarana penunjang. Kedua, munculnya berbagai kegiatan usaha ekonomi rumah tangga dan sektor non formal karena keterbatasan modal yang dimiliki penduduk. Ketiga, di wilayah administrasi Salatiga terdapat dua sistem pemerintahan yakni administrasi pemerintahan desa yang pengendaliannya dilakukan oleh Kepala Desa beserta perangkatnya dan administrasi pemerintahan gemeente yang pengendaliannya dilakukan oleh Burgemeester dibantu oleh sebuah Dewan Kota. Keempat, berbagai kebijakan pemerintah semula dimaksudkan untuk menopang kegiatan ekonomi dan administrasi pemerintah, namun dalam perkembangannya justru mencirikan image dan identitas kota kolonial.
At the end of nineteenth century as a result of the development of private plantations and transportations which connected the hinterland and northern coast of Java, the socio economic life in Salatiga underwent a big change. Consequently, the ecology system in Salatiga also altered such as the land use, the economy activities, the number of population. The reports and oral resources indicated that there was a close relationship between the economy activities and the gouvernment policy which influenced Salatiga ecology. The research intended to explore Salatiga socio economic life between 1900-1942 and the factors which caused socio economic dynamics and problems. It was more based on documentary and oral resources. The writter got the documentary resources from Salatiga, Semarang and Jakarta, whereas, the oral resources local used to complete the documentary resources, the ones related to the rural administration and economy activities. The findings of this research cover: firstly, the increasing of eeconomy activities it the beginning of twenty century has changed ecology especially for the land use of economic business and the supporting system. Secondly, the appearance social groups, the various home industries, and the non formal sectors as a result of the population limited capitals. Thirdly, in the distrik Salatiga are two gouvernment system in Salatiga administrative region, rural gouvernment administrative controlled by the head of the village and hisstaff and the town administration region led by the mayor supported by the town council. Fourthly, some gouvernment policies to support the economy activities and the gouvernment administration have change ecology of Salatiga.
Kata Kunci : Sejarah Indonesia,Distrik Salatiga,1900,1942, Ecology, Economy Activities, Social Group