Laporkan Masalah

Perubahan sistem pertanian dan ekologi di kawasan Bandungan 1970-1980

WIDIASTUTI, Eko Heri, Prof.Dr. Soegijanto Padmo, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Sejarah

Kawasan Bandungan yang terletak di lereng Pegunungan Ungaran, merupakan daerah yang subur dan berudara sejuk. Sejak dahulu masyarakatnya mengandalkan pertanian sebagai sumber kehidupannya. Pertanian yang diusahakan masih bersifat subsisten dan tradisional, tanaman ditanam secara campursari. Seiring dengan perkembangan waktu, sitem pertanian mereka mengalami perubahan. Perubahan ini mulai terjadi tahun 1973, ketika satu keluarga Cina yang berasal dari Bandung dan Semarang datang ke Desa Kenteng. Selain mempunyai lahan, keluarga ini melihat potensi Bandungan sebagai lahan pertanian, mereka datang ke Bandungan setelah usaha pertaniannya di daerah Cisarua tidak mengalami perkembangan. Dengan pengalamannya keluarga ini mencari peluang pasar di kota Semarang dan Yogjakarta. Untuk mengolah lahan pertaniannya keluarga ini mempekerjakan buruh lokal. Para pekerja inilah yang mampu mengadopdi teknologi baru tersebut, mereka kemudian mencobanya di lahan miliknya. Melihat hasil panennya yang baik, maka petani-petani lain yang lahannya luas beralih ke budidaya tanaman baru yang bersifat agribisnis. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan sistem pertanian dan ekologi di Bandungan tahun 1970-1980, faktor penyebab perubahan dan pengaruhnya terhadap masyakatat Bandungan. Penelitian ini menggunakan sumber dokumen dan sumber lisan, kedua sumber dimaksudkan untuk saling melengkapi informasi terutama yang berkaitan dengan proses perubahan. Hasil penelitian adalah pertama, sistem pertanian masyarakat berubah dari tradisional ke pertanian agribisnis, sehingga masyarakat memanfaatkan lahan secara maksimal untuk mengejar keuntungan ekonomi tanpa memperhatihan keseimbangan ekologi. Kedua, akibat perubahan tersebut kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya bergeser, penduduk dan pemukiman semakin padat karena banyak pendatang, pendapatan masyarakat meningkat, serta terjadi pergeseran sikap kebersamaan masyarakat, kehidupannya mulai berorientasi ke keuntungan ekonomi.

and has cool air. The society inhabiting the area has been relying on farming activities as the source of livelihood. The farming is subsistent and traditional and adopts multi-crops pattern. However, the farming develops as the time goes. The first noted change started in 1973 when Chinese families from Semarang and Bandung arrived in Kenteng Village. In addition to having land plots there, these families also had vision to the potential of Bandungan to be a good farming location. He came there after their farming in Cisarua failed to develop. With the support of their experience, they looked for market opportunities in Semarang and Yogyakarta. The families employed local labors to work on the farming land. The labors adopted new technology and applied it on the farming land. Learning that they harvested better yields, other farmers owing large land plots switched to planting new varieties which were agrobusiness oriented. The research aims to investigate the change of agricultural and ecological system in Bandungan during the 1970-1980 periods, the factors causing the change and their impacts to Bandungan society. It uses written and oral documents as sources, which complement each other, of information pertaining to the change process. The research results present these findings. First, the agricultural system shifts from traditional into agri-business farming, which allows the society to optimize the use of land and gets profits without paying attention to the ecological balance. Second, the change gives a number of impacts: the social and economic life shifts, the settlement becomes more crowded due to immigrants’ arrival, the income increases, and the sense of togetherness decreases, and finally the life is oriented toward economic benefits.

Kata Kunci : Sejarah Indonesia,Bandungan 1970,1980,Sistem Pertanian dan Ekologi, Agricultural system, Ecology, Bandungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.