Efektivitas bawang putih (Allium sativum L.) terhadap infeksi Pseudomonas anguilliseptica isolat Yogyakarta pada ikan mas (Cyprinus carpio)
SUMARDIANA, Putu, drh. Surya Amanu, SU
2006 | Tesis | S2 Sain VeterinerPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bawang putih (Allium sativum L.) untuk pengobatan penyakit akibat infeksi Pseudomonas anguilliseptica pada ikan Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilaksanakan di Laborattorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada, tahap I terdiri atas persiapan ikan percobaan, isolasi dan identifikasi bakteri. Tahap II uji pendahuluan untuk menentukan Lethal Consentration 50 (LC50) dari Pseudomonas anguilliseptica terhadap ikan Mas dan uji sensitivitas. Tahap III merupakan uji utama. Ikan mas sebanyak 60 ekor dibagi 6 kelompok masing-masing terdiri atas 10 ekor 5 kelompok diinfeksi dengan Pseudomonas anguilliseptica 107 secara intraperitonial sebanyak 0,1 ml, 1 kelompok tanpa diinfeksi dan tanpa diobati. Empat kelompok pertama diberi obat ekstrak bawang putih cara rendaman selama 15 menit dengan konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm selama 3 hari. Kelompok 5 tanpa diberi pengobatan. Pengamatan ikan dilakukan hingga 4 hari setelah pengobatan. Pemeriksaan histopatologi dilakukan terhadap ikan kontrol maupun ikan perlakuan. Konsentrasi LC50 selama penelitian adalah 5,75 x 106 sel/ml. Pemberian ekstrak bawang putih yang memberikan hasil yang optimum adalah 200 ppm secara rendaman selama 15 menit tiga hari berturut-turut. Kelompok ikan tanpa pemberian obat menunjukan gejala berenang dipermukaan, menyendiri, adanya luka dipermukaan kulit dan kematian. Ikan mati yang diobati dengan bawang putih menunjukkan kongesti otak, radang pada kulit, hati, usus, pankreas, insang dan jantung.
The research was aimed to identify the effectivenes of onions (Allium sativum L.) to treat Pseudomonas anguilliseptica infected gold fish (Cyprinus carpio). The research was conducted in the Pathological Laboratory of Veterinary Faculty, Gajah Mada University. Stage I was namely preparing examined fishes, isolation and bacterial concentrasion definition. Stage II was premilinary test to define Lethal Concentrastion of Pseudomonas anguilliseptica on gold fishses and sensitifity test. Stage III was regarded as main test. There were 60 fishes divided into 6 group of ten. 5 groups were intraperitonially infected with Pseudomonas anguilliseptica 107 of 0,1 ml, and 1 group was not intentionially infected and left untreated. The four group was treated with concentration of 100,200,300 and 400 ppm with deeping for 15 minutes and treatment interval of 3 (three) days a time till recovery was observed. Histopathological examination was carried out among control and treated fished. LC50 concentration during this research was 5,75 x 106 cell/ml. Extracted onion application with optimum result was 200 ppm with 15 minutes submersion of three consecutive days. Untreated group of fishes showed swimming symtom on water surface, isolated and death. Death fish examination indicated inflammation on various organs such as skin, heart, gills, lever, intestine and cor
Kata Kunci : Penyakit Ikan,Infeksi,Bawang Putih, Pseudomonas anguilliseptica, onion (Allium sativum L.), gold fishes, Efectifiness