Laporkan Masalah

Persepsi kerentanan pada penyakit jantung koroner ditinjau dari faktor risiko, persepsi kontrol pribadi, dan metode berpikir praktis

ARINI, Aquilina Tanti, Prof.Dr. Johana E. Prawitasari

2006 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Kesehatan)

Penyakit jantung koroner (PJK) telah menjadi pembunuh nomor satu di berbagai negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu, program pencegahan PJK yang sesuai dengan keyakinan sehat masyarakat menjadi isyu penting. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor risiko PJK (meliputi usia, jenis kelamin, status hipertensi, status diabetes, status merokok, riwayat keluarga dan indeks massa tubuh), persepsi kontrol pribadi, metode berpikir praktis (meliputi metode praktis ketersediaan dan keterwakilan) dapat memprediksi persepsi kerentanan pada PJK. Selain itu, secara khusus penelitian ini juga menggali pola hubungan antar variabel tersebut dengan mengacu pada model moderator dan mediator yang dikemukakan oleh Baron dan Kenny (1986).Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah persepsi kontrol pribadi, metode praktis ketersediaan dan metode praktis keterwakilan dapat menjadi mediator dan atau moderator hubungan antara faktor risiko dan persepsi kerentanan pada PJK. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei pada 116 subjek yang berusia 30 – 67 tahun. Hasil analisis dengan regresi ganda membuktikan hipotesis utama, yaitu faktor risiko penyakit jantung koroner (meliputi usia, jenis kelamin, status hipertensi, status diabetes, status merokok, riwayat keluarga dan indeks massa tubuh), persepsi kontrol pribadi, metode berpikir praktis (meliputi metode praktis ketersediaan dan keterwakilan) secara signifikan dapat digunakan untuk memprediksi persepsi kerentanan pada PJK. Hasil analisis regresi parsial menunjukkan hanya indeks massa tubuh, persepsi kontrol pribadi dan metode praktis keterwakilan saja yang terbukti secara signifikan memprediksi persepsi kerentanan pada PJK Analisis regresi linier juga dilakukan untuk menguji pola hubungan variabel-variabel tersebut, dan hasilnya persepsi kontrol pribadi terbukti secara signifikan berinteraksi dengan riwayat keluarga dalam memprediksi persepsi kerentanan pada penyakit jantung koroner. Artinya, subjek dengan faktor risiko riwayat keluarga memiliki persepsi bahwa kerentanannya akan semakin rendah seiring dengan semakin meningkatnya persepsi kontrol pribadi. Selain itu, hubungan komposit faktor risiko dan persepsi kerentanan secara signifikan dimediasi oleh metode praktis keterwakilan (yaitu: aspek kesamaan). Pembahasan hasil-hasil penelitian diarahkan pada implikasi praktisnya bagi program pencegahan penyakit jantung koroner di masyarakat

Coronary heart disease (CHD) is a leading cause of mortality in a lot of country, Indonesia included, so CHD prevention programs adjusted to people health believe will be a crucial issue. The major aim of this research is to know whether risk factors of CHD (including age, sex, hypertension status, diabetes status, smoking status, family history, and body mass index), perception of personal control, cognitive heuristic ( including availibility heuristic and representativeness heuristic) accounted for perceived susceptibility to CHD. This research also specially explored patterns of relationship among variables using moderator and mediator model as Baron and Keny (1986) said. So, the other aim is to know whether perception of personal control, availibility and representativeness heuristic can be a moderator and/or mediator for the relationship between risk factor and perceived susceptibility to CHD. Survey method was conducted to collect data on 116 subjects ages 30 – 67. The result of multiple regression analyses showed that risk factors (including age, sex, hypertension status, diabetes status, smoking status, family history, and body mass index), perception of personal control, cognitive heuristic (include availibility heuristic and representativeness heuristic) significantly accounted for perceived susceptibility to CHD. By partial regression, variables that significantly predict perceived susceptibility to CHD were body mass index, perception of personal control, and representativeness heuristic. Linear regression was used to examine patterns of relationship among variables, and results showed that interaction between perception of personal control and family history accounted for perceived susceptibility. It means that perceived susceptibility for subjek with family history of CHD will decrease with increasing perception of personal control. Linear regression analyses also showed that representativeness heuristic (i.e. similarity aspect) mediated relationship between composit risk factors and perceived susceptibility. Results were discussed in their practical implication on public education of CHD, especially to design prevention programs that suitable for people health believe.

Kata Kunci : Persepsi,Kontrol Pribadi,Penyakit Jantung Koroner, Coronary heart disease (CHD) risk factors, cognitive heuristic, representativeness heuristic, availibility heuristic, perception of personal control, perceived susceptibility to CHD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.