Laporkan Masalah

Hubungan antara konsep diri dengan kebiasaan mengkonsumsi Fast Food pada remaja yang mengalami obesitas dan yang tidak mengalami obesitas

PUSPITASARI, Rikha, Prof.Dr. Sartini Nuryoto

2007 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Perkembangan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kebiasaan mengkonsumsi fast food pada remaja yang mengalami obesitas dan yang tidak mengalami obesitas.. Pengumpulan data dilakukan dengan skala kebiasaan mengkonsumsi fast food dan skala konsep diri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMP Negeri Yogyakarta yang berjumlah 108 orang yang terdiri dari 54 remaja obesitas dan 54 remaja tidak obesitas. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara kebiasaan mengkonsumsi fast food dengan konsep diri (r= -0,560 dengan p < 0,01). Hasil ini menunjukkan hipotesis diterima. Hasil analisis ANOVA diperoleh F= 18,222 dengan p < 0,01. Hasil ini menujukkan bahwa ada perbedaan kebiasaan mengkonsumsi fast food antara remaja yang mengalami obesitas dan yang tidak mengalami obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memliki kebiasaan mengkonsumsi fast food yang cenderung lebih tinggi dibandingkan remaja yang tidak mengalami obesitas.

Rasa ingin tahu manusia tentang asal dan tujua n , tentang dia sendiri, tentang nasibnya, tentang kebebasan dan kemungkinankemungkinan telah membawa manusia pada filsafat yang kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sejarah membuktikan, filsafat selalu mewarnai berbagai macam aliran yang berkembang di psikologi. Mulai dari aliran klasik, pertengahan, modern hingga kontemporer yang masih berkembang hingga saat ini. Filsafat merupakan suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan hal kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan titik ideal dalam kehidupan manusia, karena kebijaksanaan dapat membuat manusia bersikap dan bertindak atas dasar pertimbangan kemanusiaan yang tinggi (actus humanus), bukan asal bertindak sebagaimana yang biasa dilakukan manusia (actus homini). Filsafat ilmu sebagai pondasi dari ilmu pengetahuan termasuk ilmu psikologi, diusahakan dapat menjawab apa yang mampu diketahui, apa yang harus dilakukan dan apa yang boleh diharapkan.Filsafat ilmu telah menyumbangkan suatu falsafah terhadap keberadaan sebuah ilmu pengetahuan melalui ontologi yang menjelaskan apa hakekat ilmu itu, epistemologi yang menjelaskan bagaimana cara dan sarana yang dipakai untuk memperoleh ilmu itu, aksiologi yang menjelaskan nilai atau ukuran nilai ke mana ilmu itu hendak dikembangkan. Psikologi adalah salah satu cabang dari ilmu filsafat yang mempelajari tentang perilaku manusia sehingga perkembangannya tidak terlepas dari peran filsafat itu sendiri. Pada ruang lingkup kerja psikologi, filsafat berperan dalam menilai sesuatu yang “benar”/ “etis”, serta secara luas menyinggung pada peran psikolog terhadap pengembangan ilmu dan peran manusia secara umum, guna mencapai kebenaran, kebijaksanaan dan kemanfaatan. Diharapkan dari penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan psikologi mampu mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa kenal henti dan tidak meninggalkan kerangka kebijaksanaan, sikap etis dan moral yang dijadikan acuan bagi para psikolog guna tercapainya kebenaran ilmiah dan kemanfaatan ilmu bagi seluruh umat manusia.

Kata Kunci : Konsep Diri,Konsumsi Fast Food,remaja obesitas dan remaja tidak obesitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.