Hubungan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan kecenderungan berperilaku delikuen pada remaja awal
GANI, Abdul, Dr. Sukarti
2006 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Klinis)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja awal. Keseluruhan subjek yang terlibat berjumlah 120 remaja awal (65 laki-laki dan 55 perempuan), berusia 12 - 15 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Emosi, Skala Kecerdasan Spiritual dan Skala Kecenderungan Berperilaku Delinkuen. Ketiga skala ini menggunakan model skala Likert. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi. Hasil yang diperoleh bahwa: 1) terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja awal, ditunjukkan dengan Rx1.2y = 0,482, p = 0,001 (p < 0,01), dan sumbangan efektif 21,9 %; 2) terdapat hubungan negatif dan sangat signifikan antara kecerdasan emosi dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja awal, ditunjukkan dengan Rx1y = -0,418, p = 0,000 (P < 0,01), dan sumbangan efektif 16,8%; 3) terdapat hubungan negatif dan sangat signifikan antara kecerdasan spiritual dengan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja awal, ditunjukkan dengan Rx2y = -0,387, p = 0,000 (p < 0,01), dan sumbangan efektif 14,2%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja awal. Semakin tinggi kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual maka semakin rendah kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja awal
The aim of this research is to find out the relation between emotional intelligence, spiritual intelligence, and delinquency tendency of early adolescence. It involves 120 early adolescents (65 male and 55 female adolescents) with age range from 12 to 15 years. The instruments for collecting data are the scale of emotional intelligence, the scale of spiritual intelligence, and the scale of early adolescence delinquency tendency. These scales utilize the model of Likert scale. Regression analysis technique is used to analyze the data. The research results show that: 1) there is a significant relation between emotional intelligence, spiritual intelligence, and delinquency tendency of early adolescence, which is proved by Rx1.2y = 0.482, p = 0.001 (p < 0.01), and effective contribution 21.9 %; 2) there is a negative, significant relation between emotional intelligence and delinquency tendency of early adolescence, which is proved by Rx1y = -0.418, p = 0.000 (p < 0.01), and effective contribution 16.8%; 3) there is a negative, significant relation between spiritual intelligence and delinque ncy tendency of early adolescence, which is proved by Rx2y = -0.387, p = 0.000 (p < 0.01), and effective contribution 14.2%. The result of this research shows that emotional intelligence and spiritual intelligence are factors that can influence delinquency tendency of early adolescence. When the emotional intelligence and the spiritual intelligence are greater, the delinquency tendency of early adolescence is lower.
Kata Kunci : Perilaku Delikuen,Kecerdasan Emosi dan Spiritual, Emotional intelligence, spiritual intelligence, delinquency tendency of early adolescence