Laporkan Masalah

Pengaruh Program Konseling Kognitif Spiritual terhadap kesalahan berpikir warga binaan wanita di Lembaga Pemasyarakatan

BRILLIANTY, Amalia Roza, Sugiyanto, Ph.D

2006 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Klinis)

Penelitian ini difokuskan pada aspek kognitif penyebab perilaku kriminal. Intervensi terhadap kesalahan berpikir penyebab kriminal dalam penelitian ini menggunakan prinsip kognitif dan spiritualitas. Intervensi disebut dengan Program Konseling Kognitif Spiritualitas (Program KKS). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh program tersebut terhadap 10 kesalahan berpikir penyebab kriminal. Penelitian menggunakan rancangan dua kelompok pretes dan postes. Subjek kelompok eksperimen 12 warga binaan wanita di Lembaga Pemasyarakatan Bukittinggi. Subjek kelompok kontrol yaitu 10 warga binaan wanita di Lembaga Pemasyarakatan Padang. Program dilaksanakan 7 kali pertemuan yang membahas masing-masing bentuk kesalahan berpikir. Sepuluh kesalahan berpikir penyebab kriminal ditelusuri dengan menggunakan Skala 10 BKB. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai F sebesar 6,414 (p = 0,020). Hasil ini menunjukkan bahwa program KKS mempengaruhi penurunan tingkat kesalahan berpikir penyebab kriminal. Program memberikan kontribusi sebesar 24,3 %. Keberhasilan program dalam menurunkan tingkat kesalahan berpikir ditentukan oleh tiga pilar utama yakni kesungguhan peserta, penerimaan terapis dan materi. Keunikan program terletak pada penggabungan prinsip kognitif dan spiritualitas dalam memperbaiki sepuluh kesalahan berpikir penyebab kriminal. Penelitian juga berhasil mengungkapkan beberapa faktor yang diprediksi akan dapat meningkatkan kembali kesalahan berpikir. Faktor tersebut meliputi persepsi terhadap hukuman, penilaian masyarakat, lingkungan setelah bebas dan kecukupan kebutuhan hidup. Sistem kehidupan yang serba materialistik juga berperan dalam meningkatkan kembali kesalahan berpikir penyebab kriminal. Untuk itu disarankan agar program ini tidak berdiri sendiri tetapi seiring dengan program pembinaan lain di lembaga pemasyarakatan dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga diharapkan residivis akan menurun

This study focuses on cognitive aspect of criminal act. Intervention of ten criminal thinking patterns merges the cognitive and spirituality principles. This Intervention called Cognitive Spiritual Counseling Program. The objective of this study is to examine the influence of this program to the criminal thinking patterns on women prisoners. The sample consisted of women prisoners who were incarcerated in a county jail in Padang as control group (N = 10) and Bukittinggi as experimental group (N = 12). Level of the 10 criminal thinking patterns were assessed by 10 BKB Scale. Another data were collected using observation and anamneses. The result of ANOVA repeated measures showed that F = 6,414 , p = 0,020. It means this program was effective to reduced the ten erroneous thinking that cause criminals acts. Three main pillar of this program decreased the level of thinking error were readiness and willingness of the subject, acceptance of the mentor and the material of the program. This program is unique considering it merges the cognitive and spirituality principles to reduced ten criminal thinking patterns. This study also successfully revealed some factors that encouraged those ten thinking error after the program. Those factors were included the perception of sentence, society’s judgment, the environment they live in after the jail and the fulfillment of live necessities. Capitalistic lifestyle also plays in maintaining criminal thinking patterns. We proposed this program would not successfully carried out without any other programs in prisons and should be done continuously so that the number of prisoners would decrease.

Kata Kunci : Konseling Kognitif Spiritual,Perilaku Kriminal, Criminal thinking patterns, Cognitive Spiritual Counseling Program, women prisoners


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.