Laporkan Masalah

Peranan kematangan beragama dan koping terhadap somatisasi

ANNISAH, Yuli, Prof.Dr. M. Noor Rochman Hadjam, SU

2007 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Klinis)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kematangan beragama dan koping terhadap somatisasi. Penelitian ini juga ingin mengetahui somatisasi ditinjau dari perbedaan jenis kelamin, antara pria dan wanita. Subjek peneltian ini adalah 92 pegawai di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data penelitian diperoleh menggunakan skala somatisasi, skala koping dan skala kematangan beragama. Hasil analisis menggunakan model persamaan struktural diperoleh bahwa kematangan beragama dan koping terbukti berpengaruh terhadap somatisasi, dengan koefisien determinasi 0,67. Hubungan konstruk kematangan beragama ke koping signifikan dengan koefisien parameter sebesar sebesar 0,62. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif kematangan beragama terhadap koping, makin tinggi tingkat kematangan beragama, makin efektif kemampuan kopingnya. Kematangan beragama memberi pengaruh sebesar 38,44 % terhadap peningkatan koping. Selanjutnya hubungan konstruk koping ke somatisasi signifikan dengan koefisien parameter sebesar – 0,38. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif koping terhadap somatisasi, makin baik kemampuan koping makin rendah tingkat somatisasinya. Koping memberi pengaruh sebesar 14,44% terhadap penurunan somatisasi. Adanya korelasi antara kematangan beragama dan koping yang ditunjukkan berupa garis dengan dua anak panah. Pengaruh langsung kematangan beragama terhadap somatisasi lebih besar dibanding koping, yaitu 27,04 %, artinya kematangan beragama mempunyai prediksi lebih besar menurunkan somatisasi. Hasil analisis uji t menunjukkan koefisien perbedaan sebesar 2,040 dengan p < 0,05 ( sig 0,044 ),mean pria 97,78, mean wanita 109,65. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa ada perbedaan somatisasi antara pria dan wanita, wanita lebih tinggi tingkat somatisasinya dibanding pria.

The objective of this research is to find out the effect of religious maturity and coping on somatization. The research also tried to inform whether there is a difference in somatization between men and women. The subjects of this research were 92 employees of UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. The research data were obtained using somatization scale, coping scale and religious maturity scale. From the data analysis using structural equation model, religious maturity and coping have an influences on somatization, with determination coefficient 0.67. The construct relationship between religious maturity and coping is significant, having a parameter coefficient of 0,62. This result shows that religious maturity has a positive effect on coping, in which the higher the religious maturity level, the better the coping ability. Religious maturity contributed as high as 38,44 % to the increase of coping ability. The analysis also obtained that the construct relationship of coping on somatization is significant, with the parameter coefficient of – 0,38. This result shows that coping has a negative effect on somatization, in which the better the coping ability, the lower the somatization level. Coping ability contributed as high as 14,4% to the decrease of somatization level. The inter-affecting relationship between religious maturity and coping in the result analysis using structural equation model is shown by a two-way-arrow straight line. The t-test showed the difference coefficient of somatization between men and women is 2,040 with p< 0,05 (significant value is 0,044), the mean of somatization scale for men and women are 97,78 and 109,65, respectively. This result shows that there is a difference in somatization between men and women, in which women have a higher somatization level than men.

Kata Kunci : Somatisasi,Koping,Kematangan Beragama, religious maturity, coping, somatization, employee.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.