Laporkan Masalah

The Image of troubled marriage in Edward Albee's Who's Afraid of Virginia Woolf?

NURMANSYAH, M. Andhy, Prof.Dr. C. Soebakdi Soemanto, SU

2006 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Studi ini mempelajari dan menganalisa institusi perkawinan di Amerika pada tahun 1960an. Bersama dengan perubahan budaya di era 60an, keeluarga di Amerika mengalami suatu kondisi yang kacau berkaitan dengan pergeseran beberapa nilai-nilai tradisional, yang mulai banyak dipertanyakan oleh generasi muda Amerika. Bagi kaummuda ditahun 60an, nilai-nilai, yang dipegang kuat oleh generasi tua (sebelumnya) yang merupakan warisan dari dekade yang sebelumnya, nampak tidak lagi sesuai untuk mereka. Penolakan mereka terhadap budaya ‘keseragaman’ kemudian diunculkan dalam perilaku yang berlawanan dengan budaya umum yang oleh beberapa ahli sosial disebut budaya tandingan. Edward Albee, seorang dramawan (Absurdist) Amerika, memulai karir kepengarangannya di saat terjadinya perubahan budaya di Amerika. Who’s Afraid of Virginia Woolf? ( 1962) melukiskan kekacausan kehidupan sebuah keluarga di Amerika. Studi ini bertujuan untuk memahami aspek-aspek satir dalam drama tersebut yang berhubungan dengan hancurnya konsep perkawinan tradisional dan untuk menemukan persepsi pengarang terhadap pola alienasi (keterasingan) yang nampak pada krisis di dalam kehidupan berkeluarga di Amerika. Studi ini menerapkan beberapa pendekatan berdasarkan prinsip-prinsip interdisipliner studi kajian Amerika. Pendekatan sosial-budaya dari Simmel, teori ekspresif dari Abrams dan prinsip-prinsip Theater of the Absurd yang dimunculkan oleh Essin digunakan untuk saling melengkapi agar mampu memahami isu-isu besar yang terdapat dalam drama tersebut dan mengurai unsur-unsur fiksi. Studi ini juga menggunakan analisa kualitatif dan memakai data-data dari berbagai sumber baik cetak maupun elektronik (internet). Temuan dari penelitian ini kemudian, dipaparkan secara deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa konsep-konsep perkawinan (keluarga) tradisional, seperti komunikasi, pengahasilan (materi), dan keberadaan anak, tidak lagi berlaku untuk kehidupan keluarga di Amerika pada tahun 1960an. Standar ideal kehidupan keluarga yang diwariskan dari decade-dekade sebelumnya berubah menjadi impian yang mengacaukan bagi anggota keluarga di era indutri. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa krisis dalam kehidupan keluarga memunculkan berbagai bentuk alienasi (keterasingan).

The study focuses on analyzing the marriage institution during the sixties in America. Along with the cultural changes in the sixties, American family had experienced a chaotic condition mostly due to the shift of some traditional values, which were questioned by young Americans. For the young generation in the sixties, values, which were held by the old generation inherited from the previous decades, seemed to be inappropriate for them. Their rejection toward a formality and a culture of conformity was then coined into a rebellious behavior under what was called counter culture. Edward Albee was an American dramatist (absurdist) who began his professional career in literature during the cultural changes in America. Who’s Afraid of Virginia Woolf? (1962) portrayed such domestic disturbances of a family in the United States. The study is aimed to unfold the satirical aspects of the play related to the collapse of traditional concepts of marriage and to find out Albee’s perception in the pattern of alienation that appears on the crisis within family life. The study applies some approaches based on interdisciplinary perspective of American studies. Simmel’s socio-cultural approach, Abrams’ expressive theory and Esslin’s principles of the Theatre of the Absurd are employed complementarily in order to grasp the big issues presented in the play and to understand the elements of fiction. The study also employs qualitative analysis and makes use of written data from printed as well as electronic sources. The findings then, are presented descriptively. The research finds out that some traditional concepts of marriage in the sixties, such as communication, material gaining, and the need of children had changed drastically. Ideal-standardized picture of family life inherited from the previous decades seemed not to be operative in social life but contrarily turned to be chaotic dreams for the family members in the industrial era. The finding also shows that the crisis within family life had produced the sense of alienation in various forms.

Kata Kunci : Drama Amerika,Who's Afraid of Virginia Woolf,Institusi Perkawinan,conformity and uniformity culture, alienation, family crisis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.