Penggunaan Bahasa oleh masyarakat multilingual di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara
MARICAR, Farida, Prof.Dr. I Dewa Putu Wijana, SU.,MA
2007 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini berjudul Penggunaan Bahasa Oleh Masyarakat Multilingual di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kode yang digunakan oleh masyarakat tutur di kelurahan Tafaga beserta fungsinya, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa mereka, dan (3) faktor penyebab alih kode, campur kode, beserta fungsinya. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat tutur di kelurahan Tafaga yang berinteraksi dalam peristiwa tutur. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah tuturan lisan dari beberapa variabel sosiolinguistik antara lain yang berkaitan dengan komponen tutur, seperti partisipan, situasi, tujuan tutur, pokok tutur, nada tutur, sarana tutur, norma interaksi dan interpretasi, dan jenis tutur (SPEAKING). Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi paradoks, menggunakan alat bantu rekam, catat lapangan, kuesioner, dan interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan oleh masyarakat tutur di kelurahan Tafaga adalah BI, BMt, BTn, BTd, BMd, dan BMl. BI dan BMt digunakan dalam situasi dinas, BMt, BTn, BTd, BMd, BMl, digunakan dalam situasi tak dinas. Selain digunakan sebagai lingua franca, BMt lebih sering digunakan di kalangan anak muda. BTn, BTd, BMd, dan BMl dapat digunakan secara bergantian tergantung pada konteks dan siapa yang menjadi partisipannya. Penyebab masyarakat ini menjadi masyarakat yang multilingual, yaitu karena kawin campur, migrasi, serta mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Alih kode dan campur kode juga terjadi di kelurahan Tafaga ini sebagai tanda keanggotaan kelompok dan etnik dengan mitra tutur. Di samping itu, alih kode juga berfungsi untuk mengakrabkan diri, menghargai dan solidaritas. Pilihan kode tergantung pada konteks sosial dan intensi
The title of this research is the Language Use of Multilingual Society of TafagaSub-District , Moti Dictrict, Ternate City, North Maluku . The goals of the research are: describing the types and functions of codes used by the speech community of Tafaga sub-district , identifying the factors which influence their language use, and the causes and functions of code-switching and code-mixing. The data source of the research is the speech community in Tafaga Sub-District which interacted in the real speech event. The data are the utterances from certain linguistics variables connected with speech components such as settings, participants, ends, act sequences, keys, instrumentalities, norm of interaction and interpretation, and genre (SPEAKING). The data was collected by using the techniques of paradox observation, using tape recorder, field record, questionaire, and interview as the equipments. The result of the research shows that the language used by the speech community of tafaga Sub-district are BI, BMt, BTn, BTd, BMd, dan BMl. BI and BMT are used for official purposes, while BMt, BTn, BTd, BMd, BMl are the opposites. Aside of being used as lingua franca, BMT is oftenly used by youngsters. The speakers can alternate the use of BTn, BTd, BMd by regarding the context and the participants involved. The causes of the multilingual society are mix-marriage, migration, and the high mobility of the people. Code switching andcode mixing in Tafaga sub-district also serve as asign of group membership andethnics for the hearer. Furthermore, codeswitching serves as a means to reducethe social gap, respect, and solidarity. The choice of the code depends on social context and the intention of the speech participant.
Kata Kunci : Bahasa Tutur,Multilingual,Faktor Sosial, Speechcommunity, multilingualism, social factors