Hubungan antara peningkatan penyelesaian perkara dan pelaksanaan perpolisian masyarakat :: Studi banding Polda Kalimantan Barat dan Polda Nusa tenggara Timur
SUHARTO, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2006 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional (Magister Perdamaian dan ResPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi model tentang konsep dan pelaksanaan Perpolisian Masyarakat dan hubungannya dengan proses penyelesaian perkara di masing-masing Polda. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola pelaksanaan Perpolisian Masyarakat dengan proses penyelesaian perkara. Penelitian dilakukan di Polda Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur periode tahun 2003-2006. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis data sekunder pelaksanaan Perpolisian Masyarakat dan wawancara. Metode analisa menggunakan teknik perbandingan antara data yang terkumpul pada kedua Polda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan Perpolisian Masyarakat dengan proses penyelesaian perkara di Polda Kalimantan Barat : tahun 2003 sebelum diterapkan Perpolisian Masyarakat, jumlah perkara 2.682 kasus, terselesaikan 1.029 kasus atau 38,36%, tahun 2004 telah diterapkan Perpolisian Masyarakat jumlah perkara 4.334 kasus, terselesaikan 2.352 atau 54,26%, tahun 2005 jumlah perkara 6.519 kasus, terselesaikan 3.658 atau 56,13%. Pelaksanaan Perpolisian Masyarakat di Polda Nusa Tenggara Timur belum menunjukkan hubungan yang nyata karena pelaksanaannya baru tahap sosialisasi dan pelatihan
This research aim to know variation of model about concept and execution of Community Oriented Policing and its relation/ with process of is solving of case in each Polda. Hypothesis the raised is there are relation which is significan between pattern execution of Community Oriented Policing with process of is solving of case. Research conducte by in Polda West Kalimantan and East Nusa Tenggara period of year 2003-2006. Data collecting through data analysis of secunder execution of Community Oriented Policing and interview. Analysis method use comparison technique between data gathered at both Polda. Result of research indicate that there are relation which is signifikan between execution of Community Oriented Policing with process of is solving of case in Polda West Kalimantan : year 2003 before applied by Community Oriented Policing, amount of case 2.682 case, finished by 1.029 case or 38,36%, year 2004 have been applied by Community oriented Policing of is amount of case 4.334 case, finished 2.352 or 54,26%, year 2005 amount of case 6.519 case, finished 3.658 or 56,13%. Execution of Community Oriented Policing in Polda East Nusa Tenggara not yet shown real relation because its execution newly socialization phase and training.
Kata Kunci : Perpolisian Masyarakat,Perkara, Community Oriented Policingy, Solving Of Case, Variation Model, Socialization