Peran serta masyarakat dalam penataan ruang di daerah dalam perspektif Ketahanan Nasional :: Studi kasus di Kabupaten Bogor
MARJONO, Dr. H.A. Sudibyakto, MS
2006 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalTesis ini merupakan laporan hasil kajian tentang peran serta masyarakat dalam kegiatan penataan ruang ditinjau dalam perspektif ketahanan nasional. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan dengan studi kasus di Kabupaten Bogor, penelitian ini mencoba mengeksplorasi sejauh mana peran serta masyarakat dalam kegiatan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Disamping itu, penelitian ini juga ingin mengetahui faktor-faktor pendorong dan penghambat dari peran serta masyarakat dalam penataan ruang. Dan terakhir penelitian ini juga ingin mengkaji peran serta masyarakat dalam kegiatan penataan ruang dalam perspektif ketahanan nasional. Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini meliputi : (1) peran serta masyarakat Kabupaten Bogor dalam penataan ruang (mulai tahap perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang hingga pengendalian pemanfaatan ruang) masih sangat terbatas; hal ini disebabkan oleh kekurangpahaman (yang pada akhirnya menyebabkan ketidakpedulian) masyarakat, disamping karena kurangnya kemauan aparat pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi dan pemberdayaan; (2) ada kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities)yang berpotensi dapat lebih mendorong peran serta masyarakat dalam kegiatan penataan ruang, diantaranya: berkembangnya kesadaran berdemokrasi, dan munculnya berbagai LSM (kekuatan), serta berkembangnya freedom of expression – termasuk kebebasan pers, digulirkannya kebijakan otonomi daerah, dan munculnya isu global tentang pentingnya HAM dan peran serta masyarakat; (3) namun ada juga kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats) yang menghambat peran serta masyarakat dalam penataan ruang, yaitu antara lain: kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata ruang, terbatasnya LSM yang mempunyai perhatian (concern) terhadap masalah tata ruang, dan kelemahan masyarakat dalam beroganisasi (weaknesses), serta peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuai, produk tata ruang yang sangat teknis dan ilmiah sehingga sulit dimengerti dan dipahami oleh masyarakat luas, dan lemahnya sistem informasi dan pengelolaan sumber daya aparat (threats); dan (4) dilihat dari perspektif politik ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, peningkatan peran serta masyarakat dalam kegiatan penataan ruang mencerminkan sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
This thesis reports the result of study of community’s role in making the layout plan viewed from the perspective of national resilience. Using qualitative research method and the case study lying on Bogor Regency (Kabupaten Bogor), this research tries to explore the extent of community’s role in the layout plan. This research also intends to identify the supporting and blocking factors of community’s role in making the layout plan viewed from the aspect of national resilience. The result of this his research including (1) participation of the Community of the Bogor Regency in making the layout plan is still very limited (range from planning, making use, and controlling); It is caused by the lack of people’s understanding (thus less concern) in addition to the local government apparatus’ short-willing to manage socialization and empowerment; (2) potential strengths and opportunities could encourage community’s role more in the spatial plan such as increasing democratic awareness, and emerging Non-Government Organization (NGOs) and expansive freedom of expressions including press independence, outset of regional autonomy policy and emerging global issues of the importance of human rights and general public roles; (3) there are also weakness and threats which inhibit the role of community in the spatial plan such as lack of community’s understanding of the spatial, limited access for the community to the information on the spatial plan and their weakness to organize and outdated legislation, technical and scientific products of spatial plan that the general public find it difficult to interpret and understand, and weak information system and management of apparatus resources (threats); and (4) viewed from the political, economic, social and culture, and defense and safety, community;s increased roles in the spatial plan reflect and encourage the national resilience..
Kata Kunci : Ketahanan Nasional,Penataan Ruang,Peran Masyarakat, Spatial plan, participation, national resilience, local government, still limited