Laporkan Masalah

Korupsi dan demokratisasi :: Studi tentang pergeseran pola korupsi pada masa transisi demokrasi 1998 di Indonesia

SANTOSO, Rahmat, Prof.Dr. Mohammad Mohtar Mas'oed, MA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Fokus dari studi ini adalah pola korupsi. Penelitian ini akan menggambarkan perbedaan pola korupsi di masa Orde Baru dan Reformasi. Penelitian ini bukan hanya sebuah studi komparasi saja melainkan juga analisis yang dinamis. Jadi, penelitian ini juga menganalisis proses transisi demokrasi 1998. Studi ini akan menganalisis tentang korupsi dan demokratisasi. Korupsi hampir pasti hadir di rezim otoriter untuk menguatkan loyalitas pendukungnya dengan cara patronase. Akan tetapi, dalam rezim demokrasi korupsi ternyata juga tetap ada. Meskipun bentuk korupsi mungkin saja berbeda dalam dua rezim tersebut. Penulisan tesis ini akan dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama tentang proses jatuhnya rezim Orde Baru. Ini merupakan sebuah latar belakang yang membawa pengaruh pada institusionalisasi politik. Bagian kedua tentang institusionalisasi politik yang menjadi lebih terbuka. Akan tetapi, ini akan dimanfaatkan oleh kaum free riders dan oligarkhi lama untuk membajak negara. Ini merupakan path dependent bagi fenomena korupsi selanjutnya. Dan pada bagian akhir akan menggambarkan perbedaan pola korupsi pada masa Orde Baru dan Reformasi. Selain itu, bagian ini juga berisi tentang proses perubahan pola korupsi dalam transisi demokrasi 1998.

This study focuses on the pattern of corruption. It describes the distinctions of corruption in New Order and Reformasi era. It is not only comparative study an sich, but also dynamics analyzing. So, it also analyzes democratic transition process in 1998. This study will analyze about corruption and democratization. Corruption must be raised in authoritarian regime to strengthen loyalty followers by patronage. But, in democratic regime corruption also survives. The forms of corruption may be different in the different regime. It will be divided in 3 parts. The first part is about New Order’s fall process. It is a background of this context that has influence in political institutionalizing. The second one is about political institutionalizing that would be more open. But it would be used by free riders and the old oligarchy to capture the state. It would be path dependent for next cases of corruption. And in the final part will describes the distinction between corruption in New Order and Reformasi era. It also contains corruption process exchanging in democratic transition in 1998.

Kata Kunci : Demokratisasi dan Korupsi, corruption, democratic transition, political institutionalization, and state capture


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.