Karakteristik gender dalam agen birokrasi politik luar negeri Amerika Serikat :: USAID dan MDA
SUSHANTI, Sukma, Prof.Dr. Mohtar Mas'oed
2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Hubungan Internasional)Politik Luar negeri adalah salah satu kategori kajian dari high politics dalam studi Hubungan Internasional (HI). Operasionalisasi dari kegiatan politik luar negeri akan dipengaruhi oleh kinerja dari agencies-nya. Agencies tersebut mendapatkan mandatnya melalui pendelegasian yang berasal dari agenda politik luar negerinya. Oleh karena itulah Amerika Serikat (AS) menjadi obyek utama dari penulisan, karena pengaruh politik luar negerinya sangat kuat di arena internasional. Selain itu juga birokrasi dalam politik luar negeri yang dijalankan oleh AS amat lekat dengan aktualisasi kinerja agencies-nya, yaitu USAID dan MDA. Dalam hal ini analisa dilakukan dengan menggunakan perspektif gender. Kelompok feminis melihat perilaku negara yang direpresentasikan oleh politik luar negerinya amat dipengaruhi oleh karakterstik dari para agencies-nya. Karakter itu akan dikonstruksikan oleh dua indikator, yaitu maskulin dan feminin. Adanya dominasi dari pemikiran realis dalam studi HI membuat maskulinitas mempunyai peran penting, terutama yang berkaitan dengan bidang strategis, misalnya militer atau bahkan perang. Hal itu bersignifikan dengan masalah pertahanan negara. Namun dalam hal ini AS menjalankan pula strategi yang berbasis feminin melalui berbagai asistensi internasional yang dilakukannya. Dengan tujuan untuk memperoleh dukungan internasional. Pada bagian akhir dari tulisan ini akan semakin jelas,bahwa studi gender mempunyai signifikansi terhadap politik luar negeri di AS. Kolaborasi yang proporsional antara feminin dan maskulin diasumsikan akan menjadikan interaksi aktor internasional menjadi lebih harmonis
Foreign policy is high politic category in International Relations. The operational of foreign policy is determined with several organizations or agencies program. The agencies of foreign policy do mandate from political agenda and the objective of foreign policy. This research took United States (US) foreign policy as main object, because its power and influence in international field. Besides, it will analyze with feminism perspective to find out the gender characteristic of its agencies, USAID and MDA. Feminism foreign policy sees the phenomenon of state act determined by the identity of its bureaucracy. It involves two indicators, masculine and feminine. The domination of realism in international relations leading masculine cultural in high politics, especially in strategy study, i.e. military and war. Obviously, the state act also do feminine ways to interact with significant others as important strategy to collect aspiration and endorsement in implement their political interest. The feminine ways become national strategy through the international assistance from its agency of US foreign policy. On the other hand, masculine is a strategy for detterrence and defense from significant threat. At the end, we will find clearly the significant relation between gender studies to US foreign policy. The proportional collaboration between feminine and masculine indicator leading harmonize interaction within actors in international field.
Kata Kunci : Politik Luar Negeri,USA,USAID dan MDA,Gender, foreign policy, feminism, bureaucracy, masculine, feminine, gender