Laporkan Masalah

Hambatan dalam terwujudnya perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura :: Sebuah tinjauan politik Hukum Internasional

SINULINGGA, Anita Afriani, Drs. Usmar Salam, MIS

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Hubungan Internasional)

Penelitian ini menganalisa tentang penyebab belum terwujudnya perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura dengan menggunakan perspektif politik hukum internasional. Penelitian ini menggunakan konsep legalisasi yang dikemukan oleh Judith Goldstein, Miles Kahler, Robert O. Keohane, Anne-Marie Slaughter dalam bukunya yang berjudul International Organization: Legalization and World Politics. Pertanyaan penelitiannya adalah mengapa perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura belum dapat disepakati? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatifexplanatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui interview, dokumendokumen, buku-buku, koran-koran, dan situs-situs internet. Data dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif, dan kemudian diinterpretasikan dengan logis. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam proses pembutan suatu produk hukum internasional, dalam hal ini adalah perjanjian internasional, aspek hukum dan politik saling mempengaruhi. Konsep legalisasi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menunjukkan bentuk hukum dari perjanjian internasional tersebut serta pengaruhnya terhadap negara-negara yang terikat dalam perjanjian internasional tersebut. Bentuk legalisasi yang diinginkan oleh Indonesia, yaitu hard legalization, akan mempengaruhi kepentingan nasional kedua negara ketika perjanjian ekstradisi tersebut efektif nantinya.

This research aims at analyzing the cause of Indonesia-Singapore’s extradition treaty haven’t been realized yet, which uses the politics of international law perspective. This research uses the concept of Judith Goldstein, Miles Kahler, Robert O. Keohane, Anne-Marie Slaughter on their book title’s International Organization: Legalization and World Politics. The research question is why the extradition treaty of Indonesia-Singapore haven’t been agreed yet? The method uses in this research is qualitative-explanative. The data source collection is done through interview, documents, books, newspapers and internet sites. The data were analized by qualitative method, and then be interpretated by logic. The method used in this research shows that the politics aspect and law aspect affect one another in the making process of the international law’s product, in this case, that is international treaty. The concept of legalization which is used in this research can show the law form of the international treaty and the effect to the country which is bound to the international treaty. The legalization form, that is hard legalization, which is wanted by Indonesia, will affect the national interest of the two state, when the extradition treaty is effective.

Kata Kunci : Perjanjian Ekstradisi,Indonesia dan Singapura, extradition, treaty, legalization


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.