Laporkan Masalah

Evaluasi Program Agropolitan Jagung sebagai upaya menanggulangi kemiskinan :: Studi di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango

SITANGGANG, Mangaittua, Prof.Dr. Riswandha Imawan, MA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Penduduk di Provinsi Gorontalo, jumlahnya mencapai 117.705 jiwa, tercatat penduduk miskin mencapai 30 persen atau mencapai 35.000 jiwa, dan tersebar di Kabupaten Bone Bolango 21.000 jiwa diantaranya 1420 kepala keluarga miskin dengan penghidupan dari pertanian berada di Kecamatan Suwawa.(BPS. provinsi Gorontalo 2003). Sejak Tahun 2002, Pemerintah Provinsi Gorontalo melaksanakan program pembangunan pertanian yang disebut agropolitan jagung, guna meningkatkan pendapatan petani dengan basis kelompok tani, pemberian modal bergulir, menyediakan fasilitas sarana produksi pertanian, dan menjaga pasar. Mengingat program ini telah berjalan pada tahun ke lima, maka perlu dievaluasi sesuai pertanyaan penelitian ” Sejauh manakah empat (4) aspek utama pengembangan program Agropolitan yaitu Kelembagaan Petani (Kreteria CL/CP dan Pembentukan kelompok); dukungan modal, dukungan sarana produksi dan dukungan sistim pemasaran telah memberi dampak terhadap penanggulangan kemiskinan masyarakat petani di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango ? Dengan berpegang pada teori Evaluasi, Teori Kemiskinan, Teori dan Konsep agropolitan, (Kelembagaan, Modal, sarana produksi dan Sistim Pemasaran) dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, sebaran kuesioner kepada kelompok sasaran. Pengumpulan data berkisar pelaksanaan ke 4 aspek utama pelaksanaan agropolitan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam pelaksanaan program belum berpihak kepada petani, program belum memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanggulangan kemiskinan. Hal tersebut disebabkan 4 aspek utama program belum dapat laksanakan. Artinya pembentukaan kelompok dilakukan tanpa partisipasi masyarakat, demikian pula halnya dengan pemberdayaan kelompok ternyata masih kurang karena kuatnya intervensi pemerintah. Perihal aspek permodalan juga belum menyentuh kelompok sasaran, belum transparannya pemerintah dalam alokasi anggaran pertanian kepada masyarakat. Hal yang berkaitan dengan sarana produksi ternyata tidak adanya pendistribusian sarana sampai kepedesaan, dan terjadi monopoli pemasaran. Atas dasar temuan penelitian disarankan dibentuk kelompok atau organisasi yang sifatnya koorperatif. Kelompok atau organisasi tersebut dibentuk untuk pengadaan sarana produksi, memperkuat modal dan membantu pemasaran. Diakui bahwa pembentukan kelompok tersebut perlu dorongan dan arahan dari pemerintah.

The total of population in the province of Gorontalo 117.705, recorded the unwealth citizen reaches 30 persent or 35.000, it was scattered in regent of Bone Bolango 221.000 among 1420 families of unweaalth and life earning agriculture in the regent of Suwawa. BPS Province of Gorontalo 2003). Since year 2002, the government of province Gorontalo conducted agriculture development of program called corn agropolytan, it’s dimed in order to increase the income of farmes with farmers group based. Turnover capital loan, saprodi facility of supply and market controlling. Due to the fifth year of the running program, the evaluation is needed in accordance of research problem that is how far the main fourth aspects development of agriculture program, farmes group (CL/CP) criterion and group establishment); capital support, production support and marketing system support have given the effect in theh unwealth overcome of farmers in the district of Suwawa the regent og Bone Bolango. Based on the evaluation theory, unweaalth theory, agropolytan theory an concept (institution, capital, production tool and marketing system) in achieving the goal of research,ccommunicatibe or interview was conducted to data colletion, and qiestionaare on respondent. Data is abort of implementation on to the main fourth aspects of agropolytan. The firdding shous that, the implementation of program has not include the farmers yet, and the program hasn’t given any significant contribution in the unwealth overcome. Thesse happened because the fourth mean aspect of the program had not been to be appliet yet. Group establishment hasn’t been participated, no group empowerment the strength of government interfere. Capital aspect hadn’t come to the target group either, untransparancy of government in allocating farmer budget to the people. In the metteraagrekulture product there was no distribution aagrrikulture product to the villages aand the marketing monopoly. Based on the aspect found in research, it is essen to from coorperative group or organizations. The groups or the organization are farmed to provide agriculture produkct to strengthen the capital and to assist the marketing. It is admitted that the formation of the group needs support and guidance from government.

Kata Kunci : Kemiskinan,Program Agropolitan Jagung, Evaluation, agropolytan, unwealth


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.