Laporkan Masalah

Pilkada dalam konstruksi media massa lokal :: Analisis wacana kritis terhadap pemberitaan isu-isu pemilihan Gubernur pada harian pagi Babel Pos, Rakyat Pos dan Bangka Pos menjelang pemilihan Gubernur Bangka Belitung

IBRAHIM, Prof.Dr. Riswandha Imawan, MA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Media massa memang bukanlah satu-satunya instrumen untuk melakukan pertukaran dan penyebaran informasi, namun media massa merupakan agen sosial yang paling berpengaruh dalam la lu lintas informasi. Media massa juga adalah ruang publik tempat aktualisasi ekspresi publik yang lebih luas. Peran ini bisa membawa konsekuensi bagi bias kepentingan yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa media massa adalah ruang di mana dominasi kuasa dan akses akan melembaga dalam bentuk orientasi kepentingan. Pertanyaannya adalah bagaimana media massa mengkonstruksi kepentingan tersebut? Dalam konteks lokal Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan menyelenggarakan pemilihan gubernur secara langsung untuk pertama kalinya, media massa dipastikan akan terlibat secara intensif. Menelusuri bagaimana media massa mengkonstruksi pemberitaan seputar Pemilihan Gubernur sehingga bias kepentingan media massa di balik konstruksi itu bisa dibongkar adalah sebuah pertanyaan kunci menarik yang diajukan oleh penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis yang masuk dalam kajian penelitian kualitatif. Teknik analisis yang dipakai menggunakan teknik analisis berjenjang Teun A.van Dijk yang terdiri atas analisis tekstual, analisis kognisi sosial, dan analisis konteks sosial. Objek penelitian ini adalah Harian Pagi Babel Pos, Rakyat Pos, dan Bangka Pos dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yakni analisis teks berita, wawancara mendalam, dan studi literatur kesejarahan media. Melalui tiga level analisis wacana kritis Teun A.van Dijk tersebut, penelitian ini menunjukkan bahwa tiga media massa yang diteliti mempunyai orientasi yang berbeda dalam mengkonstruksi isu-isu Pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Harian Babel Pos menunjukkan lebih berorientasi pragmatisme ekonomi. Kepentingan yang lebih dikedepankan oleh media ini adalah meraih profit, misalnya lebih mementingkan aspek sensasional daripada objektivitas atau kepentingan iklan diri sosok tertentu dalam bentuk berita. Sementara itu, Harian Rakyat Pos cenderung digunakan sebagai alat politik bagi pemilik modal. Pemilik modal yang juga sekaligus sebagai pemegang posisi penting dalam industri media ini lebih mengedepankan pertimbangan politis daripada kepentingan publik dengan mengkonstruksi pemberitaan ke arah tertentu. Orientasi yang berbeda ditunjukkan oleh Harian Bangka Pos yang lebih independen dalam mengkonstruksi pemberitaan. Media ini lebih mengedepankan asas pemberitaan yang tidak berpihak pada satu kekuatan politik mana pun dalam konteks Pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tahun 2007 mendatang. Penelitian ini akhirnya menyimpulkan bahwa media massa di tingkat lokal berhadapan dengan berbagai situasi yang menyebabkan media yang bersangkutan memiliki orientasi kepentingan berbeda. Pada akhirnya, masih terbuka kemungkinan untuk melacak konsistensi sikap ketiga media massa lokal tersebut menjelang hari pemilihan gubernur atau pasca pemilihan gubernur.

Though mass media is not the only instrument to exchange and to disseminate information, it represents the most influential social agent in information traffic. It also represents public space in which public expressions are widely actualized. Consequently, it results in a wide-ranging interest bias. The study uses as its point of departure the assumption that mass media is the space where the domination of power and access will institutionalize in the form of interest orientation. The question is “How does mass media construct the interests?” In the local context of Bangka Belitung Islands province in which a governor election will be directly organized for the first time, it is sure that the mass media will intensively be involved. Investigating how the mass media constructs the news around the governor election that the interest bias in it behind the construction can be deconstructed is an interesting question raised in the study. The method employed in the study is critical discourse analysis, which is included in a qualitative study. Its analysis technique is Teun A. van Dijk level analysis consisting of textual analysis, social cognition analysis, and social context analysis. Its objects are Harian Pagi Babel Pos, Rakyat Pos, and Bangka Pos with three data collecting techniques, which are news text, in-depth interview, and media equality literature study. Through Teun A. van Dijk three levels critical discourse analysis the study indicates that the three mass media have different orientations in constructing the issue of the election of the governor of Bangka Belitung Islands province. Harian Babel Pos indicates an economically more pragmatic orientation. The interest put forward in the media is profit gaining, for example it places more emphasis on the emotional aspect than the objectivity or the advertisement of certain figure in its news. Meanwhile, Harian Rakyat Pos tends to be used by capitalists as political instrument. The capitalists who are the holders of important position put more emphasis on political considerations than public interests by constructing the news in certain direction. A different orientation is also indicated by Harian Bangka Pos that is more independent in constructing its news. The media puts more emphasis on the news producing principles. It does not take side of any certain political power in the context of the coming 2007 election of the governor of Bangka Belitung Islands province. Finally, the study concludes that the local mass media are facing various situations that result in the different interest orientations. There are, however, still possib ilities to trace the attitude consistence of the local mass media before and after the election.

Kata Kunci : Pemilihan Kepala Daerah,Media Massa Lokal, Construction, mass media, discourse analysis, social cognition, governor election, Bangka Belitung Islands Province.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.