Laporkan Masalah

Efektivitas pelaksanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui Proyek BRDP :: Studi kasus pada Proyek Bengkulu Regional Development Project (BRDP) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu

DANIA, Drs. Mashuri Maschab, SU

2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu amanat konstitusional yang harus dijalankan oleh pemerintah. Ini dilakukan mengingat jumlah penduduk miskin cenderung semakin besar baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah atau lokal, termasuk di Kabupaten Rejang Lebong. Salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Rejang Lebong adalah melalui Proyek Bengkulu Regional Development Project (BRDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efektivitas pelaksanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melalui proyek BRDP yang dilakukan pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2004, terutama dalam peningkatan jumlah lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan peningkatan sarana dan prasarana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian adalah pada dua desa yang merupakan sasaran dari proyek BRDP yaitu Desa Kayu Manis, Kecamatan Sindang Kelingi dan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat desa yang telah berhasil dan desa yang tidak berhasil melaksanakan proyek BRDP di Kabupaten Rejang Lebong. Desa Kayu Manis di Kecamatan Sindang Kelingi dapat disebut sebagai desa yang berhasil melaksanakan proyek BRDP dan Desa Bangun Jaya di Kecamatan Bermani Ulu dapat disebut sebagai desa yang kurang berhasil dalam pelaksanaan proyek BRDP. Hal ini dapat dilihat dari dampak program BRDP dalam output dan outcome yang ditimbulkannya, sehingga efektivitas proyek BRDP dapat ditinjau. Dilihat dari sisi output, terjadi peningkatan dalam jumlah usaha masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong sebagai akibat dari adanya pinjaman yang dimanfaatkan masyarakat untuk menambah modal usaha. Peningkatan prasarana fisik juga menunjukkan jumlah sarana dan prasarana yang dibangun pada desa sasaran oleh masyarakat yang dapat meningkatkan jumlah lapangan kerja yang ada di desa sasaran. Kondisi output proyek BRDP ini berpengaruh terhadap outcome. Penambahan jumlah usaha masyarakat secara langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Peningkatan dalam jumlah sarana dan prasarana juga dapat mendorong semakin lancarnya arus lalu lintas barang dan jasa walaupun ini tidak terwujud pada Desa Bangun Jaya. Selain itu, outcome lainnya adalah menurunnya jumlah pengangguran akibat dari adanya lapangan kerja baru yang ditimbulkan dari proyek BRDP.

Poverty alleviation is one of constitutional duties conducted by the government. It must be done because of the increasing trend in the number of poor both in national and regional or local level, including in Rejang Lebong Regency. One of poverty alleviation efforts in Rejang Lebong Regency is by Bengkulu Regional Development Project (BRDP). This research attempted to evaluate the effectiveness level in the implementation of poverty alleviation policy in Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province by BRDP Project conducted in the year 2000 until 2004, especially in increasing the number of job opportunities, increasing the income, dan increasing the number of structure and infrastructure. This research was descriptive research. The location of this research was at two villages that were the target of BRDP project. They were Kayu Manis Village, Sindang Kelingi Subregency, and Bangun Jaya Village, Bermani Ulu Subregency, Bengkulu Province. Data used in this research were primary and secondary data obtained using interview, observation, and documentation techniques. The result of research showed that there were villages successfull and village unsuccessful in implementing BRDP project in Rejang Lebong Regency. Kayu Manis Village in Sindang Kelingi Subregency could be the village that was successful in implementing the BRDP project and Bangun Jaya Village in Bermani Ulu Subregency could be said as the village that was less successful in the implementation of BRDP project. It could be seen in the impact of BRDP project of output and outcome, so the effectiveness of BRDP project could be evaluated. In the output side, there was an increase in the number of business done by community in Rejang Lebong Regency as the result of credit used by the community to increase the capital of business. The increase in physical infrastructure also happened and it showed that the number of structure and infrastructure built in target village could increase the number of jobs in target villages. The output cond ition of BRDP project had an effect to outcomes. The increase in the number of business done by the community directly increase the wealth of community by the increase in community income. The increase in the number of structure and infrastructure also tended to increase the transportation of goods and services, although it’s not happened in Bangun Jaya Village. Besides, another outcome was the decrease in the number of the jobless people because of the new job opportunity created in BRDP project.

Kata Kunci : Kemiskinan,Kebijakan Pemda,Proyek BRDP, Effectivness, Policy, Poverty Alleviation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.