Perilaku pemilih pada daerah basis Partai dalam Pemilu Legislatif 2004 :: Analisa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan perolehan suara Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan pada Pemilu Legislatif 2004 di Kecamatan Senduro dan Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang
RAHMAN, Syamsiar Aulia, Drs. Cornelis Lay, MA
2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Pada pemilu legislatif 2004, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh 12 kursi di DPRD Kabupaten Lumajang, turun 3 kursi dari Pemilu 1999. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan pengkajian secara lebih mendalam melalui penelitian lapangan dalam bentuk tesis dengan judul : Perilaku Pemilih Pada Daerah Basis Partai dalam Pemilu Legislatif 2004 (Analisa tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penurunan Perolehan Suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada Pemilu Legislatif 2004 di Kecamatan Senduro dan Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penjelasan perilaku pemilih tentang faktor-faktor penurunan perolehan suara PDIP pada pemilu legislatif 2004. Dengan menggunakan strategi studi kasus (case study) bercorak deskriptif, mencoba menggali secara mendalam bagaimana pemilih aktif terlibat di dalamnya. Pendekatan yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif, karena bertujuan untuk mendeskripsikan, mencatat, dan menginterpretasikan tentang bagaimana masyarakat Lumajang memilih dalam pemilu legislatif 2004. Dengan demikian, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket kuisioner dan dokumentasi terhadap pemilu legislatif 2004 di Kabupaten Lumajang. Dari hasil penelitian yang dilakukan, ketiga faktor yaitu karakteristik sosial pemilih yang mencakup tingkat pendidikan, umur dan penghasilan begitu berpengaruh terhadap preferensi pemilih dapat ditarik gambaran, PDIP masih didominasi oleh pemilih yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Masyarakat yang memilih PDIP adalah mereka yang berpendapatan rendah. Dari segi domisili pemilih PDIP tampaknya cenderung dipilih oleh mereka yang tinggal di wilayah pedesaan (rural). Variabel kedua yaitu politik kultural dianggap sebagai pandangan hidup semacam itu yang kemudian menjadi pola interaksi di antara anggota masyarakat di daerah Senduro dan Jatiroto. Masyarakat Senduro tidak dapat dilepaskan dari latar belakang historis yang membagi struktur masyarakat Jawa yang feodalistis menjadi saling tergantung yang erat antara dua unsur yang berbeda tetapi tidak terpisahkan yaitu bapak dan anak. Variabel ketiga, politik uang yang dilakukan juga turut berpengaruh terhadap penurunan suara PDI-Perjuangan di Kabupaten Lumajang, terlihat dengan adanya pemberian sembako ataupun hal-hal yang berkaitan dengan “kedermawanan†suatu calon atau partai politik. Perlu semacam koordinasi di antara lembaga pemantau dan pengawas pemilu sehingga tidak tumpang tindih. Pengawasan dilakukan terhadap seluruh tahapan kegiatan pemilu. Tugas lembaga pengawas adalah menampung, menindaklanjuti, membuat penyelidikan, dan memberi sanksi terhadap pelanggaran pemilu. Terlepas dari itu, menurut saya sejak dari sekarang PDI-P harus berbenah secara internal dari pusat hingga grass root dan yang paling sederhana para anggota dewan di Lumajang harus bisa melihat berbagai persoalan secara jernih, jujur dan konsisten. Jangan menyakiti wong cilik lagi.
In legislative election 2004, PDIP got 12 representative in DPRD Lumajang Regency, missing 3 representative from the 1999 election considering that it is a significant decrease, the writer considers that it is necessary to conduct a field research which result will be presented as a thesis titled : “The behaviour of the voters in the basis area of the party during 2004 legislative election (an analysis about the factors that influence the decrease of votes to PDIP during 2004 legislative election in Lumajang Regency). This research is aimed of finding the description of the behaviour of voters which become the influential factors in the decrease of votes to PDIP during 2004 legislative election. Through descriptive case study, the writer tries to evaluate how active voters involve in the election. This research is a descriptive qualitative study, since it is aimed at describing, noting interpreting how the people in Lumajang voted during 2004 legislative election, thus the data are collected through interview, observation, questioners and documentation on 2004 leg election in Lumajang regency. From the study the writer founds 3 factors namely the social characteristic of voters which include their educational background, age, and income have greatly influence their preference in voting, beside that (politik aliran) cultural politic also influence the behaviour of voters, it can be seen when the people in Lumajang especially Senduro and Jatiroto regencies which are the basis massa of PDIP, but due to the behaviour of the respectful members of the house of representative the in consistently of the party, the people are reluctant to vote again. Money politic also influence the decrease of voters of PDIP in Lumajang Regency it can be proved by the fact that other parties distributed food stuff or giving charity by a candidate or a political party, the most significant case was the lost of 40% votes in Senduro related to the case of a piece of land for cemetary provided by candidates from other parties, it shows that money politics were not detected by Panwaslu. A part from these, the writer thinks that from now an PDIP should developed their internal relationship, starting from the top to the grass not in order to create loyal voters, in this case the members of the house of representative in the regencies must be able to view any problems clearly, honestly, and consistently.
Kata Kunci : Pemilu 2004,Perilaku Pemilih,PDIP, behaviour of voters, legislative election, social characteristic of voters, cultural politic, grass root