Pemberdayaan masyarakat lokal :: Studi implementasi Program Pengembangan Prasarana Pedesaan (P2D) tahun 2001-2003 di Kabupaten Merangin
MARTIKA, Defi, Dr. Pratikno, M.Soc.Sc
2006 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Program P2D merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan dengan konsep pemberdayaan, dimana diharapkan ada prakarsa dari masyarakat mulai dari proses perencanaan program sampai dengan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dibangun. Keberhasilan dan kegagalan dalam pemberdayaan pada program P2D ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itulah, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan program Pengembangan Prasarana Pedesaan (P2D) dalam pemberdayaan politik masyarakat di Kabupaten Merangin?. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik dan instrumen penelitian meliputi wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Merangin. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Titian Teras di Kabupaten Merangin berhasil dalam perencanaan sampai dengan pemeliharaan sarana dan prasarana pada program P2D. Ini dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat yang cukup tinggi dalam berbagai tahapan program P2D. Desa Sungai Kapas menunjukkan hal yang bertentangan dimana menunjukkan kurang berhasil dalam perencanaan sampai dengan pemeliharaan sarana dan prasarana pada program P2D. Ini dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat yang relatif rendah dalam berbagai tahapan program P2D. Keberhasilan dan kegagalan pada berbagai aspek program P2D dipengaruhi oleh berbagai faktor. Setidaknya empat faktor turut memberikan andil terhadap keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program P2D yaitu faktor kepemimpinan kepala desa, faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan serta budaya masyarakat. Secara akademis, hasil penelitian ini telah mengkonsepsikan bahwa proses pemberdayaan masyarakat sangat dipengaruhi oleh pola kepemimpinan lokal, faktor rendahnya tingkat sosial ekonomi, dan pendidikan masyarakat serta faktor budaya masyarakat lokal.
P2D program is one of poverty alleviation programs using empowerment concepts, in which it’s hoped that there will be community involvement from planning process until maintenance of structure and infrastructure process. The success and failure of its implementation is influenced by many factors. Therefore, the problem formulation in this research is what factors influence the success and failure of the implementation of Village Infrastructure Development (P2D) program to community political empowerment in Merangin District. This research represent the descriptive research qualitative. Technique and research instrument include the interview, observation and bibliography. Research location in Regency Merangin. Technique data analyse include the data reduction, serve of data and conclusio n withdrawal. This research is qualitative-descriptive research. The research technique and instruments include interview, observation and literature studies. The location of this research is in Merangin District. The data analysis technique includes, data reduction, data display, dan conclusion. The result of analysis shows that Titian Teras Village of Merangin District is successful in the process of planning until structure and infrastructure maintenance in P2D program. It can be seen in the relatively high community involvement in all phase of P2D program. Sungai Kapas Village of Merangin District showed an contradictive results in which it is unsuccessful in the process of planning until structure and infrastructure maintenance in P2D program. It can be seen in the relatively low community involvement in all phase of P2D program. The success and failure in all phase of P2D program is influence by many factors. At least four factors have an impact in the success and failure of P2D program implementation. These factors are the leadership of the Head of Village, social-economic, education level and cultural factors. Academically, the results of this research has conceptualize that the process of community empowerment is influenced by the local leadership pattern, the lower level of social-economy, the community education level, and the local community cultural factors.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat,Program P2D, community political empowerment, P2D program