Laporkan Masalah

Pluralisme agama menurut pandangan Gereja utusan Pantekosta di Indonesia

SIHOMBING, Pardomuan, Pdt.Dr. Aristarchus Sukarta

2006 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama

Tujan tesis ini adalah untuk mendiskusikan pandangan GUPDI dan kajian teologisnya terhadap pluralitas agama di Indonesia. Penelitian ini adalah studi literatur dimana semua sumber informasi terdiri atas buku-buku dan tulisan lainnya yang berhubungan secara langsung dengan objek yang diteliti. Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki multi kepercayaan dan agama. Pluralisme agama adalah bagian dari kenyataan kepluralitasan agama yang ada di Indonesia. Penelitian ini akan diarahkan oleh beberapa pertanyaan, antara lain: 1. Faktor apa yang membuat GUPDI eksklusif terhadap kenyataan kehidupan pluralitas agama di Indonesia? 2. Bagaimana GUPDI memandang pluralisme agama? Langkah yang ditempuh untuk mengetahui secara rinci dan sistematis tentang objek yang diteliti adalah dengan cara membongkar dua doktrin utama yang diyakini GUPDI, yaitu Alkitab adalah Firman Allah tanpa salah dan kefinalitasan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk seluruh umat manusia. Kedua ajaran tentang Alkitab dan Yesus tersebut menjelaskan bagaimana pandangan GUPDI terhadap pluralisme agama, dan sekaligus menjadi jawaban atas pandangan pluralisme agama terhadap GUPDI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GUPDI adalah sebuah lembaga keagamaan yang sangat eksklusif memahami ajarannya. Munculnya pluralitas agama dan pahamnya adalah akibat dari pelanggaran manusia terhadap Allah, dan hal itulah yang menjadi objek misi mereka sebagai wujud ketaatan terhadap teologis yang mereka yakini. Pluralisme agama adalah “racun” bagi doktrin utama GUPDI, yaitu keabsolutan Yesus sebagai satu-satunya juruselamat seluruh umat manusia dan ketidaksalahan Alkitab. Pluralisme agama menolak doktrin utama GUPDI tersebut dengan terang-terangan. GUPDI hanyalah salah satu alternatif keagamaan yang diyakini memiliki kebenaran. Doktrin utama GUPDI tidak benar secara histories, dan hanya ungkapan iman. Kebenaran yang dikleim umat GUPDI bukanlah kebenaran mutlak-tunggal.

The aim of this thesis is to discuss religious pluralism according to Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI). This is a library research. All supporting materials are taken from books and other sources which relate to the research subject. Indonesia is a country which has many beliefs and religions. Religious pluralism is the part of the existence of the plurality of religion in Indonesia. This research will be guided by several questions: 1. What are the factors that make the GUPDI exclusive among religious plurality? 2. What is GUPDI’s theological perspective on religious pluralism? The step that is gone through to understand exactly and systematically to the religious plurality in accordance to GUPDI view of the religious pluralism broke in two main GUPDI’s doctrine, those are: The Bible’s inerrancy as the word of God and finality of Jesus as the savior of the world. Both of these main GUPDI’s teaching explains how GUPDI views religious plurality as well as the answer to religious pluralism’s perspective on GUPDI. Religious pluralism rejects both of GUPDI’s perspectives above. For religious pluralism, Christianity is only one of the alternative beliefs among other religions that claim to have the truth. The research finding show that GUPDI is an exclusive institutional religion in its teaching. For GUPDI the emergence of religious plurality and its teachings was the impact of man’s violation to the Lord. Re ligious plurality becomes GUPDI’s mission object as well as their existence of obedience to the teachings that they believe. GUPDI implies that religious pluralism is a “venom” or poison for their main doctrine that is the absolute of Jesus and Bible inerrancy. To pluralists, the finality of Jesus as the savior for all men and the Bible is the very word of God, are not absolutely true, and religious pluralism recognizes them as no more than faith and creed only. Religious pluralism states, the truth that GUPDI’s claim is not the absolutely single-truth.

Kata Kunci : Pluralisme Agama,Gereja Pantekosta,Religious pluralism and plurality, GUPDI, Jesus, the Bible, and Exclusivism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.