Pengaruh takaran pupuk hijau dan jenis tanah lempung terhadap beberapa sifat tanah dan serapan N oleh kacang tanah (Arachis hypogeae L.) pada tanah pasir Pantai Samas, Bantul
AYU, Srida Mitra, Dr.Ir. Abdul Syukur, SU
2006 | Tesis | S2 Ilmu TanahRendahnya bahan-bahan berukuran koloid seperti lempung dan bahan organik pada tanah pasir pantai menyebabkan beberapa sifat yang dimilikinya kurang mendukung tersedianya air dan unsur hara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka dilakukanlah penelitian tentang Pengaruh Penambahan Pupuk Hijau dan Tanah Lempung terhadap Beberapa Sifat Tanah dan Serapan N oleh Kacang Tanah (Arachis hypogeae.L) pada Tanah Pasir Pantai Samas, Bantul dengan tujuan untuk mengetahui takaran pupuk hijau dan jenis tanah lempung yang paling baik dalam perbaikan sifat tanah pasir pantai sehingga serapan N dapat meningkat. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca dan Laboraturium Ilmu Tanah Kuningan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada bulan Februari sampai dengan bulan September 2005. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 5 dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah takaran pupuk hijau yang terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol (B1), 5 ton/ha (B2), 10 ton/ha (B3) dan 15 ton/ha (B4). Faktor kedua adalah penambahan 5 jenis tanah tanah lempung yang berbeda yaitu, kontrol (L0), Vertisols(L1), Inceptisols (L2), Alfisols (L3) dan Campuran Vertisols + Inceptisols + Alfisols (L4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk hijau 15 ton/ha merupakan takaran yang terbaik dalam menurunkan BV, BJ, pori pengatusan cepat, permeabilitas, C/N dan meningkatkan porositas total, pori tak berguna, pH, KPK, bahan organik, N total, N tersedia dan serapan N serta jumlah biji paling banyak. Sedangkan pada pemberian tanah lempung, yang terbaik adalah Alfisol karena perlakuan tersebut memberikan hasil paling tinggi.
The low content of colloid material as clay and organic matter in samas coastal sandy soil cause the soil less supportive on sufficient water and nutrients availability to fulfill plant requirements. To solve the problems, a research on the influence of green manure and clay soils aplication on soil properties and N uptake by peanuts (Arachis hypogeae l.) on Samas sandy soils, Bantul was conducted. The objectives of the research was to find the best green manure rare and kind of clay soil combination best in improving coastal sandy soil properties, hence improving N absorption. A pot experiment was conducted in green house of Soil Science Department Faculty of Agriculture Gadjah Mada University from February to September 2005. The experiment was carried out using a factorial arranged in completely random design. Each combination of treatment was replicated three times. The first factor was rate of green manure consisted of four levels, i.e. control (B1), 5 ton/ha (B2), 10 ton/ha (B3) and 15 ton/ha (B4). The second factor was kind of clay soil, i.e. control (L0), Vertisol (L1), Inceptisol (L2), Alfisol (L3) and mixture of Vertisol, Inceptisols and Alfisol (L4), The results showed that 15 tons/ha of green manure was highest rate in decreasing of BV, BJ, fast drained pore, permeability, C/N, and increasing of total porosity, useless pore, pH, CEC, organic-C, organic matter, total N, N-availability, and N uptake by peanuts. Alfisol was considered as the best clay soil because gove the highest yields.
Kata Kunci : Tanah Pasir Pantai,Sifat Tanah dan Serapan,Pupuk Hijau, Green manure, clay soil, N uptake, peanut, coastal sandy soil