Pemanfaatan ekosistem lahan kering berkelanjutan sebagai sentra tanaman jagung di wilayah transmigrasi Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat
MUKHLIS, Prof.Dr. Suratman Worosuprodjo, M.Sc
2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan LingkungaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan kering sebagai sentra produksi jagung, menganalisis keuntungan ekonomi usahatani tanaman jagung pada subkelas kesesuaian lahan yang berbeda serta untuk mengetahui faktor-faktor pembatas pemanfaatan lahan kering berkelanjutan sebagai sentra produksi jagung di wilayah transmigrasi Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data karakteristik dan kualitas lahan digunakan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan, menggunakan program LCLP (land classification and land use planning) dan analisis R/C dan BCR digunakan untuk mengetahui keuntungan ekonomi usahatani jagung. Karakteristik lahan dibedakan berdasarkan satuan lahan yang didasarkan pada bentuk lahan, lereng dan penggunaan lahan khususnya tegalan. Untuk daerah penelitian terdapat 5 satuan lahan yaitu lahan tegalan pada gisik pantai lereng datar (MI), lahan tegalan pada aluvial pantai lereng datar (FM1), lahan tegalan pada aluvial pantai lereng landai (FMII), lahan tegalan pada aluvial lereng miring (FIII) dan lahan tegalan pada lereng kaki denudasional lereng agak curam (DIV). Data keuntungan ekonomi usahatani jagung diperoleh berdasarkan data dari 200 kuisioner yang dibagi berdasarkan satuan lahan sehingga masing-masing satuan lahan terdapat 40 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lahan MI mempunyai kelas kesesuaian tidak sesuai untuk saat ini (N1) dengan faktor pembatas kadar hara nitrogen sangat rendah dan pH tinggi. Satuan lahan FMI mempunyai kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas kadar hara nitrogen rendah dan pH yang tinggi. Satuan lahan FMII dan FIII mempunyai kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas kadar hara nitrogen, pH dan kedalaman tanah efektip. Satuan lahan DIV mempunyai kesesuaian lahan tidak sesuai saat ini (N1) dengan faktor pembatas utama kadar hara nitrogen dan kemiringan lahan. Hasil analisis ekonomi menggunakan R/C dan BCR menunjukkan hasil R/C lebih besar dari 1,5 dan BCR lebih besar dari 1 pada semua satuan lahan, yang berarti usahatani jagung di daerah penelitian menguntungkan, dengan tingkat produktivitas yang berbeda-beda. Kelas Kesesuaian S2 menghasilkan produktivitas sedang sampai tinggi seluas 1554,759 Ha, yang berarti dapat diusahakan secara berkelanjutan sedangkan Kelas Kesesuaian N1 menghasilkan produktivitas rendah seluas 885,484 Ha, yang berarti tidak dapat diusahakan secara berkelanjutan.
This research aims are to find out the sustainabilization of dry land as the center of maize production, to analize the economic benefit of maize farming systems at different sub classes land level, and to find out all the limitation factors in utilization of sustainable dry land as the center of maize production in transmigration area of Labangka, Sumbawa district, West Nusa Tenggara Provinces. Caracteristic data and land quality are used to acknowledge the sustainabilization of sub classes by using LCLP (land classification and land use planning) programs. As the R/C and BCR analysis are used to acknowledge the economic benefits of farming systems. Land characteristics are diversified based on shape of the land, slope and dry (not irrigated) field. At the research area there are five land fields, dry (not irrigated) field marine on flat slope (MI), dry (not irrigated) field near the beach alluvial on flat slope (FMI), dry (not irrigated) field near the beach alluvial on slightly slope (FMII), dry (not irrigated) field near the beach alluvial at slope angle (FIII), and dry (not irrigated) denudation field at the edge of foot mountain on the steep slope (DIV). Data on economic benefit from maize farming systems is acquired based on 200 questioners where distributed based on land genre. Each land genre has 40 farmers. The result on research indicates that MI land genre has the appropriation class of unsuitable at this moment (N1) with nitrogen hara contents as limitation factors very low and pH high. FMI land genre has the suitableness appropriate (S2) with nitrogen hara contents as limitation factors low and pH high. FMII and FIII land genre have the suitableness appropriate (S2) with nitrogen hara contents, pH and land depth effective. DIV land genre has the appropriation class of unsuitable at this moment (N1) with nitrogen hara contents and land slope as the main limitation factor. The result on economic analysis by using R/C and BCR indicates result on R/C is 1,5 higher and BCR ≥ 1 on all land genre which means farming systems at the transmigration area is suitable with vary productivity result. Moderately suitable class (S2) can produce from high to higher productivity in area of 1.554,769 Ha, which means continuous improvement of land utilization. As the currently not suitb class (N1) can produce low productivity in area of 885,484 Ha, which means continuous improvement of land utilization not applicable.
Kata Kunci : Ekosistem Pertanian,Lahan Kering Berkelanjutan,Maize, dry land, land evaluation, Sumbawa