Laporkan Masalah

Hubungan antara pemanfaatan airtanah bebas dengan tingkat kesehatan masyarakat di Pantai Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat

WIDIYANTI, Baiq Liana, Prof.Dr.dr. Adi Heru Sutomo, MSc

2006 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian dilakukan di Lingkungan Bangsal, Pantai Tanjung Karang, Ampenan, Propinsi Nusa'Tenggara Barat (NTB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik airtanah yang ada di lokasi penelitian serta menganalisis hubungan antara pemakaian airtanah tersebut dengan tingkat kesehatan masyarakat di lokasi penelitian. Penyelidikan dilakukan dengan cara observasi secara langsung di lapangan serta wawancara. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah penelitian deskriptif. Pembahasan hasil penelitian akan dilakukan secara analisis deskriptif mengenai pemanfaatan airtanah bebas dengan segala karakteristiknya terhadap tingkat kesehatan masyarakat. Cara analisis data menggunakan analisis frekuensi, analisis keruangan dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik airtanah di daerah penelitian menunjukkan indikasi tercemar oleh limbah domestik dengan tingginya nilai dari kandungan coliform dan coli tinja. Diketahui juga bahwa untuk semua sampel airtanah yang diambil dari sumur gali milik penduduk, seluruhnya menunjukkan nilai yang jauh melebihi ambang batas yang diperbolehkan, sehingga dapat dikaiakan bahwa airtanah di lokasi pe.ielitian telah tercemar oleh limbah domestik yang berasal dari kegiatan MCK. Hubungan antara kualitas airtanah dengan tingkat kesehatan masyarakat di lokasi pnelitian cukup besar atau substansial dengan nilai r sebesar 0,624 padsa tingkat signifikan 95 %. Karakteristik masyarakat setempat, termasuk perilaku, kebiasaan dan kondisi sosial budaya serta ekonomi sangat mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat karena terkait dengan akses terhadap fasilitas kesehatan, sanitasi lingkungan, sanitasi perumahan dan perilaku pengobatan masyarakat. Faktorfaktor seperti tingkat pendidikan, tingkat pendapatan akan mempengaruhi pandangan dan sikap masyarakat terhadap masalah kebersihan, personal dan komunal serta sanitasi dan kebersihan lingkungan.

This research was done at Bangsal Village, Tanjung Karang Beach, Ampenan, West Nusa Tenggara Province. The purposes of this research are tofind the characteristics of groundwater and analyze the link between groundwater qualities of shallow dug wells tothe health rates of communities lived there. This research was conducted by survey method, and was done by direct measurement, observation and interview with the community. The explanation of this research's results was done by descriptive analyses. The data analysed shows by frequency, spatial and correlation analysis. The results shows that groundwater of shallow dug wells polluted by domestic waste with the high content of pathogen bacterias, such as coliform and coli faeces. The poor sanitation condition and facilities were supported the increased of waterborne diseases, especially in wet season. Local community characteristics, including the behaviour, habitual, social-cultural aspect, economic rates would affected the health rates of community due to the access to environmental sanitation facilities, public health services facilities, housing sanitation and community behaviour in illness treatment. Education rates and economic rates would affected the perception and pint of view of the local people about cleanliness (individual and communal), sanitation and environment. Link between groundwrater characteristics and the health rates of local peoples show statistically with 0,624 value of correlation coefficient at 95% level of significant. Development and distribution of the waterborne disease in the research location shows that the activities were done to fight it and how they tried to solved the problem.

Kata Kunci : Air Tanah,Kesehatan Masyarakat,water, domestic waste, disease, sanitation, environment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.