Studi kondisi lingkungan purba perairan Segara Anakan Cilacap berdasarkan analisis Fosil Polen/Spora dan Foraminifera
WALUYO, Gentur, Prof.Dr. Sutikno
2007 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian pada lapisan sedimen BH-03 dan BH-05 di Perairan Segara Anakan Cilacap bertujuan untuk mengetahui umur relatif dan perubahan lingkungan pengendapan lapisan sedimen tersebut, serta korelasi penampang vertikal lapisan sedimen BH-03 dengan BH-05. Sampel yang digunakan adalah sampel pemboran cadangan yang diambil dari Perairan Segara Anakan oleh Tim Ekspedisi Geologi Laut dari Pusat Pengembangan Geologi Kelautan (PPGL) Bandung pada bulan Juni- Juli tahun 1999. Pengambilan sampel fosil polen/spora dan Foraminifera secara acak sistematis. Penelitian laboratorium dilakukan di Laboratorium Pengajaran dan Laboratorium Lingkungan Fakultas Biologi Unsoed meliputi : penelitian mikroskopis polen, spora dan Foraminifera Hasil penelitian pada sampel BH-03 ditemukan 83 jenis polen/spora, 18 spesies foraminifera planktonik dan 33 spesies foraminifera benthonik, sedangkan sampel BH-05 ditemukan 89 jenis polen/spora, 23 spesies foraminifera planktonik dan 79 spesies foraminifera benthonik. Analisis palinologi pada BH-03 dan BH-05 menunjukkan bahwa kemunculan Gramineae berasosiasi dengan Podocarpus imbricatus tanpa kehadiran Stenochlaeniiditaes papuanus dan Dacrycarpidites australiensis merupakan penciri umur Plistosen sampai Holosen (N22-N23). Analisis foraminifera berdasarkan marker species Globigerina calida calida, Globorotalia ungulata, G. truncatuloides dan G. crassaformis mendukung analisis palinologi, maka umur relatif lapisan sedimen BH-03 dan BH-05 adalah Plistosen sampai Holosen (N22-N23). Lapisan sedimen BH-03 mengalami 5 kali perubahan lingkungan pengendapan yaitu lingkungan mangrove dengan iklim basah (zona I)- daratan-lingkungan mangrove dengan iklim basah (zona II)- lingkungan mangrove belakang dengan iklim basah (zona III)- lingkungan mangrove dengan iklim basah (zona IV)-daratan dengan kondisi iklim kering (zona V). Lapisan sedimen BH-05 mengalami 5 kali perubahan lingkungan pengendapan yaitu lingkungan mangrove dengan iklim basah (zona I)-daratan-lingkungan mangrove dengan iklim basah (zona II)-lingkungan mangrove dan mangrove belakang dengan iklim basah (zona III)- lingkungan mangrove dengan iklim basah (zona IV)-daratan dengan kondisi iklim kering (Zona V). Pada kedalaman 20 meter, baik BH-03 maupun BH-05 diduga merupakan paleosol/tanah purba. Korelasi penampang vertikal lapisan BH-03 dengan BH-05 tidak dapat dilakukan karena tidak diketahui batas bawah Plistosen dan batas atas Holosen.
The sediment study of BH-03 and BH-05 core samples in the Segara Anakan Estuaria of Cilacap was aimed to know their relative ages and their change of paleoenvironment as well as the correlation of stratigraphic section between them. The core samples were taken from Segara Anakan Estuaria by the Marine Geological Expedition Team of Research Centre and Development of Marine Geologic Bandung during period of June to July 1999. The polens (spores) and Foraminifera fossils samples were taken using a systematic random sampling. The Laboratory observation were conducted in the teaching and environmental Laboratory of the Biology Faculty of Jenderal Soedirman University consisted of both the microscopic observation. The results showed that there were 83 polens/spores, 18 spesies of planktonic Foraminifera and 33 spesies of benthonic Foraminifera found in the BH-03 respectivelly. Whereas in BH-05 were found of 89 polens/spora, 23 spesies of planktonic Foraminifera and 79 spesies of benthonic Foraminifera. Based on palinological analyses in both BH-03 and BH-05 showed that the appearance of Gramineae (Monoporites annulatus) associated with Podocarpus imbricatus but without Stenochlaeniiditaes papuanus and Dacrycarpidites australiensis markers of Plestocen to Holosen ages (N22-N23). Furthermore, the Foraminifera analyses based on the marker species of Globigerina calida calida, Globorotalia ungulata, G. truncatuloides dan G. crassaformis supported the palinological analyses. Therefore, based on those analyses, the BH-03 and BH-05 were in the age of Plestocen to Holocen (N22-N23). The BH-03 was in the 5 of sedimentary paleoenvironment changes : of wet season mangrove (Zona I)- terrestrial – wet season mangrove (Zona II)- wet season back mangrove (Zona III)- wet season mangrove (Zona IV) – dry season terrestrial respectivelly. In addition, the BH-05 were also in the 5 of sedimentary paleoenvironments changes but differed with BH-03 only in Zone III that was a wet season mangrove and back mangrove. The samples of BH-03 and BH- 05 of the 20 metres depth was paleosol. However, their biostratigraphic correlation could not be performed because there were no limit between the lower Plestocen and the upper Holocen.
Kata Kunci : Lingkungan Purba,Fosil Polen/Spora,Foraminifera