Sistem pendukung keputusan untuk penentuan peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (DIKLATPIM) tingkat III dan IV :: Studi kasus Universitas Pattimura Ambon
TETELEPTA, Edward Gland, Drs. Retantyo Wardoyo, MSc.,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu KomputerPerkembangan sistem informasi yang didukung dengan teknologi informasi menuntut para pengguna informasi untuk mencari, mendata, menampilkan maupun menganalisis informasi ke dalam bentuk yang beragam. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya kebutuhan informasi di berbagai bidang. Bidang pendidikan yang merupakan basis dari perkembangan dimaksud mampu memberikan keluaran yang patut dipelajari, sehingga tingkat persaingan pada berbagai bidang mampu memberikan suatu nilai di era globalisasi sekarang ini. Sistem pendukung keputusan untuk penentuan peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat III dan IV dengan studi kasus yang diambil dari Universitas Pattimura Ambon merupakan salah satu dari berbagai perkembangan sistem informasi sekarang ini. Model pembobotan nilai yang merupakan salah satu bagian dari perkembangan sistem informasi khususnya sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah kepegawaian. Penyelesaian Sistem pendukung keputusan untuk penentuan peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat III dan IV menggunakan parameter-parameter penilaian seperti parameter kepangkatan, jabatan struktural, masa kerja pegawai, diklat dalam jabatan, jenjang pendidikan, diklat teknis, diklat fungsional maupun penilaian DP3. Masing-masing parameter nilai memiliki nilai dan bobot penilai yang berbeda. Proses hasil perhitungan dari masing-masing parameter dialokasikan pada tabel yang telah ditentukan sesuai dengan penyelesaian masalahnya, dalam hal ini pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat III maupun IV. Dari total perhitungan setiap pembobotan nilai yang kalkulasi, maka yang diprioritaskan bagi pegawai untuk diusulkan dalam pelaksanaan DIKLATPIM tingkat III maupun IV adalah pegawai yang memiliki nilai total tertinggi, yang selanjutnya diurutkan pula parameterparameter yang lain sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku seperti pangkat, jabatan, masa kerja, diklat jabatan, jenjang pendidikan, diklat fungsional, diklat teknis maupun DP3. Proses perbandingan nilai DIKLATPIM III maupun IV antara satu pegawai dengan pegawai yang lainnya yaitu dengan memanfaatkan sistem informasi kepegawaian, sehingga dengan adanya sistem informasi ini akan memberikan gambaran bagi pimpinan dalam penentuan peserta DIKLATPIM III maupun IV. Dari hasil perhitungan ini akan memberikan solusi kepada tim Badan Pertimbangan Jabatan untuk mempertimbangkan dan memutuskan pegawai administrasi yang akan diusulkan dalam DIKLATPIM tingkat III maupun IV di lingkungan Universitas Pattimura Ambon.
The development of the information system which is supported by information technology demand information users to search, to encode, to present and also to analyse the information in to various forms. The development can be proved with the higher needs for information in several sectors. Education, one the basis of the development of the information system has an interesting case to be studied. By the research the competition in many sectors can be observed, and the research can give a contribution for this era. The study of the supporting decision system for choosing the partitipants of 3rd level end 4th level leadership workshop which is used in Pattimura University Ambon, shows that there is a development of information system at this time. Scoring measure model, as one of the information system’s development, is used to support the decision system to solve any official’s problem. The completion of supporting decision system for choosing the 3rd level end 4th level leadership workshop used some scoring parameters, such as official ranking, structural position, working period, positional workshop, educational background, technical workshop, functional workshop, and also DP3’s evaluation results. Each scoring parameter has different scores and scoring measures. The computation results are allocated in various table based on the solutions which are 3rd level and 4th level. The officials who have the highest priority to join DIKLATPIM, are the officials with the highest score. Then they are arranged based on the other parameters, that is the officially rules for instance ranking, position, working period, positional workshop, educational background, functional workshop, technical workshop and DP3. The process of comparing scores for 3rd level and 4th level DIKLATPIM between the participants used the official information system. With this information system, the chairman will have some considerations for choosing the DIKLATPIM for 3rd level’s and 4th level’s participants. The computation results will serve some solution for the functionary consideration committee (Badan pertimbangan jabatan) to consider and to decide the administration officials who will be chosen for joining 3rd level or 4th level DIKLATPIM in Pattimura University, Ambon.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan,Diklat Kepemimpinan, DIKLATPIM, Measure, Score, ranking, position, working period, workshop, functional workshop, technical workshop, DP3