Laporkan Masalah

Studi Recovery Krom(III) dari limbah cair penyamakan kulit dengan metode pengendapan

HASTUTININGRUM, Sri, Dr. Eko Sugiharto, DEA

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Limbah yang berasal dari proses penyamakan kulit merupakan salah satu pencemar dari berbagai industri yang ada. Pencemaran yang terjadi tidak saja berpengaruh pada manusia tetapi juga oleh mahluk hidup yang lain yang berada di sekitarnya. Salah satu senyawa berbahaya yang terkandung dalam limbah cair penyamakan kulit adalah ion krom(III). Pada Penelitian ini dipelajari Proses Recovery krom(III) dalam limbah cair penyamakan kulit yang diperoleh dari PT Budi Makmur Jaya Murni, Yogyakarta menggunakan metode pengendapan. Proses recovery krom(III) merupakan salah satu cara yang sederhana untuk mengambil kembali krom dari limbah cair penyamakan kulit. Dalam hal ini, ion krom(III) diubah menjadi endapan hidroksidanya dan setelah dipisahkan dilarutkan kembali dengan asam sulfat sehingga dapat digunakan lagi sebagai bahan penyamak. Secara garis besar prosedur pengambilan ion krom(III) diawali dengan pengukuran pH awal, penyaringan limbah cair dan pengendapan ion krom(III) dengan NaOH yang juga berfungsi untuk menaikkan pH limbah, diikuti dengan proses pengadukan. Selanjutnya, larutan dibiarkan selama beberapa jam (waktu pengendapan divariasi) pada pH yang bervariasi agar ion krom(III) yang mengendap lebih banyak. Endapan dipisahkan dengan kertas saring Whatman dan dilarutkan kembali dalam berbagai konsentrasi asam sulfat sampai dicapai pH larutan 2,0 – 2,8. Larutan yang diperoleh dianalisis kandungan krom(III)-nya untuk menentukan tingkat efektivitas recovery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kertas saring Whatman 40 merupakan kertas saring yang lebih sesuai untuk memisahkan endapan krom(III) karena menghasilkan kandungan krom yang lebih tinggi dari pada kertas saring teknis. Proses pengendapan krom(III) dari limbah cair akan lebih efektif jika dikerjakan pada pH larutan = 8 dengan persentase efisiensi recovery = 52,01% , sedangkan waktu pengendapan yang optimal adalah 24 jam dengan persentase efisiensi recovery sebesar 77,63%. Pelarutan kembali endapan krom(III) yang diperoleh agar dapat digunakan kembali sebagai bahan penyamak kulit akan maksimal jika konsentrasi H2SO4 yang digunakan 2,5 M dengan persentase efisiensi recovery = 80,39% . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa limbah cair penyamakan kulit krom(III) dapat dipakai ulang untuk penyamakan kulit setelah dilakukan recovery dengan metode pengendapan.

Waste from leather tanning process represents one the pollutants coming from various existing industries. Pollution suffers not only human being, but also surrounding other living organism. One of the dangerous compounds that contains in the liquid waste of leather tanning is chromium(III). In this study, the chromium(III) recovery from leather tanning liquid of PT Budi Makmur Jaya Murni, Yogyakarta has been conducted using precipitation method. Chromium (III) recovery process is one of simple techniques to recover chromium(III) from liquid waste of leather tanning. In this technique chromium(III) was converted into its hydroxide and after being separated, the precipitate was dissolved again in sulfuric acid for further reusing in leather tanning process. In general, the recovery of chromium(III) procedure was started by measurement of initial pH, filtration of liquid waste and precipitation of chromium(III) using NaOH. The addition of NaOH was also intended to increase the pH of the liquid waste. The liquid waste solution was then aged for several hours at various pH to obtain optimum conditions of precipitation. The obtained precipitate was filtered using various paper filters and finally dissolved again in sulfuric acid until the pH of the solution reached 2,0 – 2,8. The solution was analyzed for its chromium(III) content to determine the effectiveness of the recovery. Results of the study show that Whatman 40 paper filter is more appropriate filter for separating chromium(III) precipitate because this filter gives the highest content of chromium(III) in the recovered solution. The precipitation of chromium(III) proceeds effectively in the solution pH of 8 with recovery efficiency of 52,01%, while the effective time of aging was found to be 24 hours with recovery efficiency of 77,63%. Back solvation of the chromium(III) precipitate using sulfuric acid reach its maximum level when sulfuric acid of 2,5 M with recovery efficiency of 80,39% was used. From this study, it has been demonstrated that liquid waste of chromium(III) from leather tanning may be reused as additive materials in the leather tanning processes after being recovered from the liquid waste using precipitation method.

Kata Kunci : Ion Krom(III),Recovery,Pengendapan, Recovery, liquid waste, leather tanning, chromium(III), precipitation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.