Laporkan Masalah

Evaluasi perencanaan dan penggunaan obat di Rumah Sakit Universiti Sains Malaysia

SUKMININGRUM, Ninin, dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah Saki

Latar belakang: Malaysia menganut sistim welfare state, dimana biaya pendidikan dan kesehatan ditanggung negara. Masalah utama yang dihadapi oleh malaysia adalah peningkatan biaya terutama untuk pelayanan kesehatan.. Kebutuhan anggaran untuk pembelian obat di RS USM dari tahun ketahun terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2004 biaya pembelian obat adalah sebesar RM 47 juta atau Rp. 117,5 milyar, suatu kenaikan sebesar 30 persen dari tahun sebelumnya. Tujuan:Sebagai evaluasi dalam proses perencanaan dan penggunaan obat dan untuk identifikasi penggunaan obat apakah sudah sesuai dengan formularium dan penggunaan obat generik di rumah sakit USM yang bersistim welfare state. Metode:Penelitian ini dengan proses penelitian observasional dan jenis penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan secara retrospektif dari daftar obat yang habis digunakan selama tahun 2004 dan meneliti resep yang dikeluarkan dari seluruh klinik rawat jalan selama bulan September, oktober, November, desember 2004.sedangkan pengumpulan data kualitatif dengan wawancara mendalam kepada Ketua komite, kepala instalasi farmasi, kepala bagian keuangan, kepala gudang. Hasil :Perencanaan obat dengan metoda konsumsi saja yang dilakukan oleh DTC. Dokter hanya boleh menulis resep yang ada pada formularium sesuai dengan peraturan yang ada. Anggaran dan pembelian obat untuk satu tahun, dengan cara tender dan pembelian langsung. Anggaran yang disediakan untuk obat pada tahun 2004 sebesar RP 117,5 milyar. Obat tablet sebanyak 482 jenis yang menyerap dana 58,48 % total dana, merupakan obat yang paling banyak diresepkan. Stock out terjadi 2 sampai 5 item setahun. Pola penyakit didominasi oleh penyakit darah tinggi dan kencing manis, dimana obat darah tinggi ada 50 jenis,sedangkan obat DM 24 jenis . Analisa ABC dari tablet , item A terdiri dari 10% atau 49 item dan menyerap 78,5% total biaya tablet, yang mana intervensi bisa dilakukan disini Sedang dari resep yang dikumpulkan penggunaan obat untuk 3 bulan lebih banyak dibanding penggunaan satu minggu, dan penggunaan anti biotik 12,4 % .0bat yang sesuai WHO mencapai 37,25% dan penggunaan obat generik hanya 25%. Kesimpulan: Rencana obat berdasarkan metode konsumsi saja, Penulisan resep 100 % dari formularium, dimana obat generik hanya 25%. Obat yang sesuai dengan daftar obat WHO mencapai 37,25%, Saran : effisiensi dan efektifitas perencanaan dan pengadaan obat ditingkatkan dan pelembagaan sistim assuransi pengobatan

Background: Malaysia uses the welfare state system, where educational and health expenditure is paid by the government. The budget needed to buy drugs in Hospital of USM increases from year to year. In 2004 the drug expenses are RM47 Million or Rp117,5 Billion, 30% increment compared to last year. Objective: The specific objective of this research is as an evaluation in the process of drug planning and as identification of which drug is compatible to the formulary and the usage of generic drug in the Hospital of USM. Method: This observational and descriptive research is to find out the process of planning and usage of drug in the Hospital of USM. The data will be collected retrospectively with the use of secondary data from the Hospital of USM. However the data about drug planning will be collected through interviews with the Head of Committee, Head Installation Pharmacy, Head of financial department, and Warehouse Officer. Research data will be qualitative and quantitative. Result: Drug planning by consumption base. Doctors’ prescription only from drug formulary, that compatible with the regulation. Tablet drugs 482 types that took 58.48% of fund. Disease pattern is dominated by hypertension & diabetic, whereby anti hypertension drugs reach 50 items. Diabetic drugs reach 24 item. ABC analysis from tablet, A item consists of 10% or 49 item & uses 78.5% of the budget. Where intervention can be done in this A item. Also from the prescribes, the use of drug for 3 months is more than the use for 1 week, and the use of antibiotic 12.4%. Stock out happened 2 to 5 item per year. The amount of item per prescribe reach 3.2 caused by many cases in chronic diseases. Generic drug is only 25%. Drug list formulary compatible with list of essential drugs from WHO but only 37.25% Conclusions: Drug planning based on consumption method. Prescribing 100% from formularies, whereby generic was 25%. Drug list formulary compatible with list of essential drugs from WHO but only 37.25%. Suggestions: Increase of efficiency, and insurance Institutionalized

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Perencanaan dan Penggunaan Obat, drug planning and drug use


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.