Perbandingan pembiayaan pasien GAKIN rawat inap oleh Jamkesos dan PT ASKES di RSUD Kota di Yogyakarta
NUGRAHENI, Suryasri Sulies Widdi, drg. Julita Hendrartini, M.Kes
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar Belakang : Pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di RSUD Kota DI Yogyakarta pada awalnya dikelola oleh Badan Pengelola Jamkesos Propinsi DI Yogyakarta. Pembayaran biaya pelayanan kesehatan pasien Gakin yang dijamin oleh Bapel Jamkesos dengan cara klaim yang mengacu pada tarif rumah sakit berdasarkan PERDA Propinsi DI Yogyakarta. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1241/MENKES/XI/2004, mulai tanggal 1 Januari 2005 program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin di RSUD Kota dikelola oleh PT. Askes (Persero). Pembayaran biaya pelayanan kesehatan bagi pasien gakin yang dijamin oleh PT. Askes berdasarkan tarif paket. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran besaran biaya pelayanan kesehatan pasien gakin yang dijamin oleh Bapel Jamkesos dan PT. Askes. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif dan data disajikan secara kuantitatif. Unit analisis pada penelitian ini adalah pasien gakin yang dirawat di instalasi rawat inap RSUD Kota DI Yogyakarta. Hasil dan pembahasan : Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah perbandingan besar rerata biaya rawat inap pasien gakin kasus bedah ketika dijamin oleh Bapel Jamkesos lebih tinggi daripada ketika dijamin oleh PT. Askes, tetapi untuk kasus non bedah besar rerata biaya ketika dijamin oleh Bapel Jamkesos lebih rendah daripada ketika dijamin oleh PT. Askes. Besaran klaim yang dijamin oleh Bapel Jamkesos lebih rendah daripada besaran klaim yang dijamin oleh PT. Askes. Biaya yang ditanggung oleh rumah sakit ketika dijamin oleh Bapel Jamkesos sebesar 0%, sedangkan ketika dijamin oleh PT. Askes sebesar 3,73%. Kesimpulan : Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian dan pembahasan adalah pada saat dijamin oleh Bapel Jamkesos rumah sakit tidak mengalami kerugian karena tidak menanggung kekurangan biaya, sedangkan pada saat dijamin oleh PT. Askes rumah sakit mengalami kerugian karena menanggung kekurangan biaya sebesar 3,73%.
Background: Cost of health service for poor community at Yogyakarta Municipal Hospital was managed by Social Health Insurance Service Council of Yogyakarta Special Territory. The amount of cost was based on claims from hospitals which charged the service according to tariff specified in the local regulation made by the local government of Yogyakarta Special Territory. According to the decree of the Ministry of Health No. 1241/MENKES/XI/2004, since January 2005 health insurance program for poor community at Yogyakarta Municipal Hospital is handled by PT. Askes. The amount of cost is based on package tariff. Objective: The objective of the study was to get an overview on the amount of cost of health service for poor community managed by Social Health Insurance Service Council and PT. Askes. Method: The study was descriptive non experimental and data were presented quantitatively. Analysis unit of the study was patients from poor community hospitalized at inpatient installation of Yogyakarta Municipal Hospital. Result: The total rate cost of a case of surgery inpatient care for poor community managed by Social Health Insurance Service Council was higher than when it was managed by PT. Askes, but a case of unsurgery was lower. The amount of claim reimbursed by Social Health Insurance Service Council was lower than when it was managed by PT. Askes. The cost put on to hospital when managed by Social Health Insurance Service Council was 0%, whereas when managed by PT. Askes was 3.73%. Conclusion: There were differences on the amount of claim managed both by social Health Insurance Service Council and PT. Askes. No cost was put on hospitals under the management of Social Health Insurance Service Council whereas under the management of PT. Askes hospital hads to take as much as 3.73% of cost so that they were put at a disadvatage.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Pasien GAKIN,Pembiayaan, health insurance, poor community, cost of health service