Faktor risiko penderita pulang atas permintaan sendiri di Bangsal Rawat Inap RSUD Lubuk Basung
YULIASTUTI, Jun Almandri, dr. Adi Utarini, MSc.,MPH.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar belakang: Seiring dengan makin meningkatnya jumlah pasien rawat inap di RSUD Lubuk Basung dari tahun 2001 sampai dengan 2004, terlihat pula adanya peningkatan proporsi kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri (PAPS) dari bangsal perawatan. Keadaan ini tentunya tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena akan membawa outcome klinik yang buruk bagi pasiennya, sedang bagi rumah sakit kemungkinan dapat menurunkan pendapatan dan citra di tengah masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur faktor-faktor risiko yang mempengaruhi pasien PAPS dari RSUD Lubuk Basung, Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan retrospective case control study. Subyek penelitiannya adalah seluruh pasien yang PAPS dari bangsal perawatan RSUD Lubuk Basung periode antara 1 Januari 2004 – 31 Desember 2004 (514 kasus) dan sebagai kontrol adalah pasien yang tidak PAPS (TPAPS) dengan jumlah yang sama, pada minggu yang sama dari bangsal perawatan yang sama dan diambil secara acak. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari dokumen rekam medik pasien, selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Prevalensi kejadian pasien PAPS di bangsal perawatan RSUD Lubuk Basung tahun 2004 adalah 15,5%. Hasil analisis multivariat didapatkan pasien yang berasal dari luar kota berpeluang untuk PAPS 1,49 kali (95% CI 1,13-1,97) dibandingkan pasien dari dalam kota Lubuk Basung. Pasien yang dirawat = 2 hari peluang PAPS 4,73 kali (95% CI 3,60 – 6,22) dibandingkan pasien yang dirawat = 3 hari. Pasien yang dirawat di kelas III, mempunyai peluang 1,53 kali PAPS (95% CI 1,11 – 2,12) dibandingkan pasien yang dirawat bukan di kelas III. Pasien yang tidak menjalani tindakan operasi mempunyai peluang 12,10 (95% CI 4,67 – 31,32) kali untuk PAPS dibandingkan dengan pasien yang menjalani tindakan operasi. Kesimpulan: Diantara beberapa faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap pasien PAPS, tidak menjalani tindakan operasi memberikan risiko PAPS yang paling besar, diikuti oleh lama perawatan = 2 hari, pasien di kelas III dan berasal dari luar kota Lubuk Basung.
Background: The increased number of admissions in Lubuk Basung district hospital since 2001 to 2004 was in concurrent to increasing proportion of patient discharge against medical advice from the inpatient unit. This situation could lead to bad clinical outcome for the patients and decrease hospital income and image in the society. Purpose: The study aimed to measure risk factors affecting patient discharge against medical advice from Lubuk Basung district hospital, West Sumatera. Methods: The study used retrospective case control study. The subjects were all patients with discharged against medical advice from the inpatient unit since January 1, 2004 to December 31, 2004 (514 cases) and 514 patients as control that was not discharged against medical advice. Subjects were randomly selected in the same week and the same unit. Secondary data were used, available from the medical records, will be analized by univariate, bivariate and multivariate. Results: Prevalence of discharge against medical advice incident in the inpatient unit in 2004 was 15.5%. The risk of discharge against medical advice of patients from the outer city were 1.49 times (95% CI 1.13 - 1.97) compared to patients from Lubuk Basung city, patients with = 2 days treatment were 4.73 times (95% Cl 3.60 – 6.22) compared to patients with = 3 days treatment, patients treated in the lowest class were 1.53 times (95% Cl 1.11 – 2.12) compared to patients in different classes, patients who did not undergo surgery operation were 12.10 times (95% CI 4.67 – 31.32) compared to patients who had surgery. Conclusions: The highest risk factors of patients with discharge against medical advice were no surgery, followed by length of stay = 2 days, patients in the lowest socioeconomic class and patients came from outside Lubuk Basung city.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Rawat Inap,Kejadian Pulang Atas Permintaan Sendiri