Evaluasi mutu pelayanan rawat inap melalui audit kematian di RSD Kol. Abundjani Bangko Provinsi Jambi Tahun 2005
RASMANTO, Joni, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,DrPH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar Belakang: Peningkatan angka kematian yang terjadi di Rumah Sakit Daerah Kol. Abundjani Bangko, Kab. Merangin Prov. Jambi dari tahun 2002- 2005 memerlukan tindakan evaluasi kritis dengan audit kematian, karena upaya perbaikan mutu pelayanan kesehatan selain audit telah dilakukan tetapi masih belum membawa perbaikan. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyimpangan kematian yang tidak beralasan dalam area manajemen pelayanan kesehatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian kualitatif dengan metode retrospective review, terhadap rekam medik pasien yang meninggal dunia > 48 jam dengan menggunakan daftar tilik penyimpangan kematian. Hasil: Dari 413 set rekam medik kematian pasien yang diaudit berjumlah 102 set, kematian tertinggi dari total kematian terjadi pada tahun 2005, terhadap jumlah pasien terjadi pada 2004, terbanyak menurut kode 002. 60% kematian berbiaya < Rp. 3.000.000,-, persentase tertinggi kematian terjadi di ruang rawat intensif. Kematian terjadi diusia > 45 tahun berjumlah 49% dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, waktu kematian meningkat di bulan September dan Desember dan perawat paling sering menjadi saksi kematian pasien. Keluarga merupakan penjamin terbesar biaya perawatan. Terdapat 21 kematian tidak beralasan terdistribusi: 8 kematian terjadi karena kejadian penyebab tidak dikenal; 7 kematian karena diagnosa tidak tepat; 5 kematian terjadi karena pencegahan yang dilakukan tidak adekuat; dan 1 kematian karena diagnosa utama terlambat ditegakkan. Penyebab-penyebab terpenting terjadi dalam area: administrasi/manajemen 12 penyebab, Anggota SMF/individual 9 penyebab, unit pelayanan 8 penyebab. Kesimpulan: Penyebab-penyebab penyimpangan kematian terpenting sebagai hasil dari audit dan review terjadi dalam area: administrasi/manajemen, Anggota SMF/ individual, unit pelayanan rawat inap. Dengan diketahuinya penyebab maka teridentifikasi struktur proses sehingga perencanaan perbaikan mutu dapat dilakukan dengan seksama.
Background: Increasing mortality rate at Colonel Abundjani Bangko, Merangin District, Jambi from 2002 – 2005 needs critical evaluation through mortality audit because increase in mortality makes mortality audit in hospital a neccessity. Efforts to improve quality of health service have been made, except mortality audit, but there has been no quality improvement so far. Objective: The study was meant to find out causes of unreasonable mortality in health service management. Method: The study was qualitative with retrospective review method. The review of unreasonable mortality was made using check list of mortality deviation analysis. Result: Out of 413 patient mortality records, as many as 102 were audited. Highest mortality rate from total mortality occurred in 2005, biggest number of patients ded in 2004 and at most belonged to code 002. Mortality cost less than Rp 3,000,000 was as much as 60% and highest mortality happened at intensive care class. As much as 49% of mortality happened to patients aged more than 45 years old, greater number of died patients were female. Increased mortality happened in September and December. Witnesses of patient mortality were mostly nurses. Out of 21 unreasonable mortality 8 happened due to unidentified causes; 7 due to imprecise diagnose; 5 due to inadequate prevention; and 1 due to late diagnose. Important causes happened in the area of administration/management, individual clinical staff and inpatient service unit. Patients medical records were incomplete and not properly managed. Unreasonable mortality provided an overview of disease diagnose enforcement, anamnesa, physical examination, support examination, prevention and medication. Conclusion: Important causes of mortality deviation as a result of audit and review happened in the area of administration/management, individual clinical staff and inpatient service unit. There was failure of service process as a consequence of disqualified service system. Keywords: mortality audit, inpatient service, quality of service
Kata Kunci : Rawat Inap,Mutu Layanan,Audit Kematian