Pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung perencanaan kegiatan Instalasi Rawat Inap secara terpadu Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Purworejo
PRAMADIASTUTI, Candrarini Puji, Prof.dr. Hari Kusnanto, DrPH
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar Belakang: penelitian ini dilandasi oleh visi dan misi RSU PKU Muhammadiyah Purworejo yang dituntut untuk memberikan informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh pelanggan rumah sakit. RSU PKU Muhammadiyah Purworejo telah mengembangkan sistem informasi manajemen rumah sakit komputerisasi dimulai tahun 2003. SIMRS di instalasi rawat inap saat ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam perencanaan kegiatan. Namun pada saat ini masih ada kesenjangan pada informasi yang telah ada dan yang dibutuhkan dalam SIMRS yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan kegiatan di instalasi rawat inap Tujuan Penelitian: secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana informasi yang dihasilkan oleh SIMRS dapat dimanfaatkan dalam perencanaan kegiatan di instalasi rawat inap oleh pihak manajemen RSU PKU Muhammadiyah Purworejo.Tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui pengolahan SIMRS, mengetahui kesenjangan antara informasi yang telah ada dengan yang dibutuhkan dalam SIMRS di instalasi rawat inap, dan mengetahui pemanfaatan sistem informasi dalam perencanaan kegiatan di instalasi rawat inap. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif. Jenis data adalah data kualitatif dari wawancara mendalam dengan orang yang terkait dengan perencanaan kegiatan sebagai data primer dan data sekunder berasal dari hasil observasi di Instalasi Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Purworejo. Data dianalisis dengan cara pengumpulan data yang diproses menjadi transkrip dan dibandingkan dengan penjelasan teori alternatif dari fenomena yang teridentifikasi. Hasil Penelitian: jenis informasi yang telah dikembangkan dan dimanfaatkan pihak manajemen untuk perencanaan kegiatan adalah rekam medik dan sistem pembayaran, sedangkan data yang belum ada di dalam database SIMRS PKU Muhammadiyah Purworejo yaitu: data LOS, pola penyakit, hasil radiologi dan laboratorium, kebutuhan diet, penggunaan obat dan data keuangan. Kesimpulan: pihak manajemen telah memanfaatkan informasi yang telah ada di dalam SIMRS untuk menunjang perencanaan kegiatan di Instalasi Rawat Inap. Namun banyak informasi penting yang belum ada di dalam SIMRS dan perlu ditambahkan ke dalam database SIMRS melalui pengembangan sistem yaitu: data LOS, pola penyakit, hasil radiologi dan laboratorium, kebutuhan diet, data penggunaan obat dan data keuangan.
Background : This study was conceptualized based on the vision and mission of PKU Muhammadiyah Purworejo hospital, to provide needed information for internal and external customer. Computerized hospital information system has been developed since 2003. The inpatient information system was expected to generate support for operational planning. However there is still a gap between expected and realized utilization of the information system. Objectives : In general, the purpose of this study was to understand the degree of information use for operational planning in the inpatient units of PKU Muhammadiyah Purworejo Hospital. Specially, this study addresses data collection and analysis processes, the gap between the needed and available information and the actual use of the information for operational planning in the inpatient unit of the hospital. Methods : A descriptive case study was adopted in this study, using primary data from the results of in depth interviews as study materials and secondary data from observasional.The respondentas of the study were the owner and director of the hospital, the head of inpatient unit, staf, and software vendor. Data analyses carried out throughout the data collection and thesis writing processes were constant comparison with alternative theoretical explanation of identified phenomena. Results : Medical record and billing systems were already well developed and used by hospital managers for operational planning. Indicators of resource utilization, such us length of stay, medical supplies inventory, and expenditures were not easily available. The results of radiology and laboratory tools, dietary requirements and other clinical supports were not included in the information system. The lack of financial and non financial resources utilization has hindered information-based operational planning. Conclusion : The hospital managers have used available information generated from the inpatient information subsystem. However, a larger portion of the necessary information came from other information sources. For some types of information, additional query process need to be added. For other types of information, such us radiology, laboratory, and dietary information should be developed.
Kata Kunci : Instalasi Rawat Inap,Perencanaan,Sistem Informasi