Analisa kebutuhan dan formasi tenaga di RSUD Sleman
MARTINI, Sri, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiSumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting dibandingkan yang lain karena merupakan satu-satunya sumberdaya yang mempunyai akal, perasaan, keinginan, kemampuan, ketrampilan, pengetahuan, dorongan daya dan karsa. RSUD Sleman merupakan Lembaga Teknis Daerah (LTD) setara badan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman nomor 12 tahun 2003, sedangkan Struktur Organisasi dan Tata Kerja disyahkan dengan Keputusan Bupati Sleman nomor 39/Kep.KDH/A/2003 dan merupakan RS kelas B non pendidikan. Permasalahan RS adalah ada jabatan struktural yang belum diisi, ada pejabat yang tidak mempunyai staf, tenaga pensiun tidak diganti, perencanaan SDM berdasarkan standar RS kelas C, terjadi over lapping. Tujuan penelitian: 1) melakukan penghitungan kebutuhan tenaga staf struktural berdasarkan beban kerja dengan metode WISN, 2). mengidentifikasi kesenjangan tenaga, ketersediaan, kebutuhan dan formasi tenaga staf struktural, 3) mengidentifikasi kualifikasi tenaga struktural meliputi meliputi pendidikan, golongan, pelatihan yang disyaratkan dalam jabatan tertentu. Penelitian ini merupakan studi kasus, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman, dan subyek peneltian adalah pejabat struktural, staf struktural serta stakeholder yang berkaitan dengan penelitian ini. Cara pengambilan data kuantitaif dengan pengisian beban kerja sedangkan data kualitatif dengan focus group discussion dan wawancara. Berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga dengan menggunakan WISN diperoleh kebutuhan tenaga sebanyak 67,02 orang. Untuk mempelancar tugas pokok dan fungsi diperlukan pengembangan jabatan kebutuhan tenaga menjadi 73 orang.Tenaga yang ada 54 orang sehingga kekurangan tenaga 17 orang. Dari 12 pejabat struktural ada 6 pejabat yang belum sesuai dengan kualifikasi jabatan yang disyaratkan. RSUD Sleman didalam memenuhi kebutuhan tenaga melalui: 1). Penerimaan CPNS, mutasi antar instansi atau mutasi antar daerah (tenaga titipan), 2). Pengangkatan tenaga kontrak 3). Kerjasama dengan instansi lain atau perorangan. Dari hasil penelitian didapat bahwa tenaga staf struktural masih kurang dan telah diusulkan pemenuhannya agar pelayanan dapat berjalan dengan baik serta diusulkan pejabat yang belum memenuhi kualifikasi jabatan agar mengikuti pendidikan penjejangan (diklatpim) dan pendidikan formal.
Human resource is most important resource if compared with another, because its the only of resource with intellegence, feeling, willing, ability, skill, knowledge, force and wish empowerment. Sleman RSUD is Technical Local Institution that equal to government institution base on Local Rules of Sleman Regency number 12, 2003, while Organization Structure and Work System that legally by Sleman Regent Decision number 39/Kep. KDH/A/2003 and it is a non education class B hospital. The problems for this hospital are, there still a structural position that have not a chief, some official does not have a staff, pension staff not replaced, human resource planning base on class C standard hospital, overlapped. Research purpose: 1) counting the need non structural technical based on work burden by WISN method, 2) identifing for gap-worker, availability, worker formation and the need, 3) identifing qualification the staff workers/non structural in Sleman Hospital (RSUD). This research represent the case study, with the approach qualitative and quantitative, research location st RSUD Sleman, and subyek is structural functionary, structural staff and also stakeholder related to this research. Way of intake of quantitative with the admission filling of work load while qualitative by focus group discussion and interview. Based on the workers calculation needed by WISN its can get the workers need as 67,02 people. For fluent main duties and the function is needed official development of worker to be 73 people. Sleman Hospital in fulfil the necessity of workers by: 1) staff official hiring, mutation between institution or mutation berween region (temporary official), 2) contract workers hiring, 3) cooperate with other institution or private sector. From research result got that structural staff energy still less and have been proposed its accomplishment to that service to ambulatory society better and also proposed and functionary which not yet fulfilled the position qualification so that following ladder education (folmal diklatpim) and formal education.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Pengembangan Sumberdaya Manusia