Persepsi hubungan perilaku pemimpin dengan perilaku anggota di RSUD Kabupaten Badung Propinsi Bali
JENYANA, I Nyoman Oka, dr. Rossi Sanusi, MPA.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manajemen Rumah SakiLatar Belakang: Penurunan kinerja karayawan di RSUD Kabupaten Badung berkaitan dengan perilaku karyawan yang tidak puas dengan sistem manajemen rumah sakit. Untuk meningkatkan kerjasama dan hubungan yang baik antara karyawan dan pihak manajemen rumah sakit sangat dibutuhkan adanya sistem manajemen yang mampu mengadopsi keinginan semua pihak. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pemimpin RSUD Kabupaten Badung dan perilaku karyawan rumah sakit. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Unit analisis penelitian ini adalah karyawan dan manajemen rumah sakit yang sudah bekerja di atas satu tahun dengan subjek penelitian 157 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Podsakoff, et al. (1990) untuk perilaku pemimpin, sedangkan perilaku karyawan rumah sakit diadopsi dari Williams & Anderson (1991), yang bahasanya sudah disempurnakan. Data diolah dengan komputer dan menggunakan uji korelasi regresi ganda (multiple regression.). Komentar terbuka digunakan sebagai uji silang untuk menguatkan data kuantitatif. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara perilaku pemimpin dengan perilaku organisasi (R = 0,691). Perilaku Ketua Komite Medis memberikan pengaruh paling besar terhadap perilaku tenaga medis (R = 0,662). Umur, jenis kelamin, dan pendidikan bukan merupakan faktor counfonding karena sumbangan yang diberikan hanya sangat lemah (9,4 %). Komentar terbuka memberikan dukungan terhadap data kuantitatif. Kesimpulan: Perilaku pemimpin mempengaruhi perilaku anggota organisasi. Umur, jenis kelamin dan tingkat pendidikan bukan faktor confounding.
Background: Decreasing staff performance at Badung District Hospital is related to behavior of staff unsatisfied with hospital management system. To improve cooperation and good relationship between staff and hospital management there is a need of management system which can accommodate interests of both sides. Objective: The study aimed to analize relationship leader behaviors and staff behaviors at Badung District Hospital. Method: Analysis units of the study were staff and managers of the hospital who have been working more than one year with as many as 157 respondents. Research design used was cross sectional. Data collection used questionnaire adopted from Podsakoff, et.al (1990) for leader behaviors and from Williams and Anderson (1991) for organizational citizenship behaviors of the hospital with revised language. Data were processed with computer using multiple regression correlation test. Open comments were used as cross check to support quantitative data. Result: The result of the study showed that there was strong positive relationship between leader behaviors and organizational citizenship behaviors (r=0,691). Behavior of Head of Medical Committee had greates infulence to behavior of medical staff (r=0,662). Age, sex, and education were non confounding factors because they contributed very low (9,4%). Open comments gave support to quantitative data. Conclusion: Leader behaviors influenced organizational citizenship behaviors. Age, sex, and education were non confounding factors.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Kepemimpinan,Perilaku Anggota Organisasi, Perception, leadership, organizational citizenship behaviors