Perbedaan PaCO2 darah pada pasien kritis yang mendapat tiket makanan enteral komersial dengan diet makanan enteral kombinasi di RS Dr. Sardjito Yogyakarta
JAELANI, M, dr. Untung Widodo, SpAn.PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)Latar Belakang : Malnutrisi sering terjadi pada pasien kritis yang disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah menurunnya fungsi traktus gastrointestinal, tingginya proses katabolisme dan gangguan homeostasis. Masalah lain yang akan timbul bila diberikan nutrisi dengan total kalori yang tinggi dapat membahayakan karena dapat menimbulkan hiperglikemia, peningkatan produksi CO2 darah dan memperburuk gangguan homeostasis. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan PaCO2 darah pada pasien kritis yang mendapat diet makanan enteral komersial dengan diet makanan enteral kombinasi. Rancangan Penelitian : Jenis penelitian adalah eksperimental dengan kontrol random (randomized controled trial) dengan menggunakan rancangan eksperimental ulang (pretest-posttest control group design). Subyek penelitian adalah pasien kritis yang dirawat di Instalasi Rawat Intensif di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta yang memenuhi kriteria yaitu pasien usia dewasa, menggunakan ventilator dan menerima diet makanan enteral. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara PaCO2 darah pada pasien kritis yang mendapat diet makanan enteral komersial dengan diet makanan enteral kombinasi. Tanpa membedakan kelompok perlakuan terdapat perbedaan PaCO2 pada asupan energi antara pada kriteria tinggi dibanding dengan kriteria kurang (p=0.03) dan terdapat perbedaan PaCO2 pada asupan karbohidrat antara pada kriteria tinggi dibanding dengan kriteria cukup (p=0.03). Tidak ada perbedaan PaCO2 pada asupan protein dan lemak antara pada kriteria cukup dengan kriteria kurang. Kesimpulan : Peningkatan PaCO2 bukan disebabkan oleh jenis formula enteral yang diberikan, namun dikaitkan dengan tingginya asupan energi dan karbohidrat.
Background: Malnutrition often occurred in a critical patient caused by various things such as decreasing function of gastrointestinal tract, high process of catabolism and homeostatie destruction. Other problem that may occur when nutrition is given with high total calories could be dangerous because it could cause hiperglikemia, the production improvement of CO2 blood and worsen the homeostasis destruction. Objective: Find out the differenc of PaCO2 blood in critical patients who obtain commercial enteral food diet or combined enteral food diet. Design: This research was experimental that used randomized controlled trial with pretest-posttest control group design. The research subjects were critical patients who were given care in the intensive installation Dr. Sardjito hospital Yogyakarta who met the criteria : adult patient, using ventilator and receiving enteral fod diet. Result: The result of statistical tests showed that there was no difference between PaCO2 blood in critical patient who obtained commercial enteral diet and combined enteral food diet. There was a change difference of PaCO2 in the energy intake between criteria > 110% compared with < 80% from total energy (p=0.03) and there was a different on change of PaCO2 in carbohydrate intake between criteria > 55% compared with < 55% from energy total (p=0.03). Conclusion: The improvement of PaCO2 was not caused by type of enteral formula given, cause of the high intake of energy and carbohydrate.
Kata Kunci : Pasien Kritis,Diet Makan,PaCO2,Enteral Komersial dan Kombinasi, critical patient, PaCO2, ventilator, commercial enteral, combination enteral