Laporkan Masalah

Pengaruh suplementasi besi besi-folat, vitamin A dan Seng terhadap durasi (lama) dan frekuensi sakit ISPA pada anak sekolah dasar dengan status gizi kurang di Kabupaten Bantul

MULYATI, Sri, dr. Madarina Julia, Sp.A.MPH

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)

Latar Belakang: Anak sekolah termasuk golongan rawan yang akan berada dalam masa percepatan pertumbuhan yang kedua sehingga membutuhkan makanan yang bergizi. Anak yang kurang gizi daya tahan tubuhnya akan menurun dan mudah terserang penyakit. Keadaan gizi dengan penyakit infeksi memiliki hubungan timbal balik, keadaan gizi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi dan sebaliknya infeksi dapat memperburuk keadaan gizi. Hubungan antara kekurangan zat gizi mikro dan berkurangnya kemampuan daya tahan tubuh terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memerlukan upaya penanggulangan, salah satunya adalah dengan suplementasi. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pemberian suplementasi besi-folat, vitamin A dan atau seng terhadap durasi dan frekuensi sakit ISPA pada anak sekolah dasar kelas IV sampai VI dengan status gizi kurang di kabupaten Bantul. Metodologi: penelitian eksperimental dengan rancangan randomized controlled trial. Subyek penelitian dibagi dalam empat kelompok perlakuan yaitu: kelompok suplementasi besi-folat 38 orang, kelompok suplementasi besi-folat dan vitamin A 39 orang, kelompok suplementasi besi-folat dan seng 40 orang, dan kelompok suplementasi besi-folat, vitamin A dan seng 37 orang. Data sakit ISPA dikumpulkan dengan recall dua kali seminggu saat pemberian suplementasi selama tiga bulan penelitian. Hasil Penelitian: suplementasi tidak mempengaruhi frekuensi sakit ISPA pada 113 anak SD yang terkena ISPA (p=0,72) pada empat kerlompok suplementasi, sedangkan durasi anak sakit ISPA berturut-turut adalah; besi-folat, vitamin A, seng 6.5 hari, besi-folat, vitamin A 7,7 hari, besi-folat, seng 8.6 hari dan besi-folat saja 11,2 hari. Rata-rata durasi sakit ISPA dari pergejala sakit ISPA diketahui durasi batuk, pilek paling lama terdapat pada kelompok yang mendapat suplementasi besi-folat saja, sedangkan gejala batuk, pilek paling pendek terdapat pada kelompok suplementasi besi-folat, seng dan vitamin A. Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh pemberian suplementasi besifolat dengan vitamin A dan/atau seng dibandingkan dengan dengan suplementasi besi-folat saja terhadap durasi sakit ISPA, tetapi tidak memberikan pengaruh yang lebih kecil secara statistik pada frekuensi sakit ISPA. Dan anak dengan suplementasi besi-folat, vitamin A dan seng mempunyai durasi sakit ISPA paling pendek, sedangkan anak yang mendapat suplementasi besi-folat saja mempunyai durasi sakit ISPA paling lama.

Background : Children in school-age are categorized as sensitive group who are in the second fast growth so that adequate nutrition intake are needed. Under nourished students tend to have low immune and susceptible to illness. Nutrition with infection disease has reciprocal relation, well nourished will increase body immune to infection disease and on the other hand, infection disease may worsen nutrition condition. The relation between lack of micronutrient and the decreasing of body immune to ARI need to be solved, one way to solve such problem is by giving supplementation. Objective : The study was proposed to know the influence of iron-folat, vitamin A and zinc supplementation to the duration and frequency of ARI among under nourished elementary students grade IV – VI in Bantul regency. Study Design : This was experimental with factorial design. Subjects were divided into four treatment groups: iron-folat supplementation group were 38 students, iron-folat and vitamin A supplementation group were 39 students, iron-folat and zinc supplementation group were 40 students, and iron-folat, vitamin A and zinc supplementation group were 37 students. Data collected with recall twice a week during 3 months supplementation. Results : Supplementation did not influence frequency of ARI among 113 elementary students with ARI (p=0.72) among four supplementation groups, while the duration of ARI were: iron-folat, vitamin A, zinc 6.5 days, iron-folat, vitamin A 7.7 days, iron-folat, zinc 8.6 days and iron-folat only 11.2 days. In the average, the duration of ARI from every ARI symptom was the duration of cough, the longest cold was in iron-folat group, while cough symptom, the shortest cold was in iron-folat, zinc and vitamin A group. Conclusion : There were influence differences between iron-folat supplementation with Vitamin A and/or zinc and iron-folat supplementation to ISPA duration, but it did not give smaller influence statistically among frequency of ARI. Students with iron-folat, zinc and vitamin A supplementation had the shortest duration of ARI while students with ironfolat supplementation had the longest duration of ARI.

Kata Kunci : Status Gizi,Supplementasi Besi,Folat dan Vitamin A,Sakit ISPA, Supplementation, infection, nutritional status, vitamin A, zinc


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.