Laporkan Masalah

Faktor resiko kejadian gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat

ANWAR, Khaerul, dr. M. Jufrie, Sp.A(K).,PhD

2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)

Latar Belakang : masalah gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur, propinsi NTB selama 5 tahun terakhir (2001-2005) relatif tidak berubah bahkan cenderung memburuk, meskipun beberapa program penanggulangan sudah dilakukan. Ada 3 faktor yang diduga sebagai penyebab masalah gizi buruk tersebut : faktor karakteristik keluarga yang kurang mendukung, pola asuh anak yang kurang memadai, dan faktor kinerja posyandu yang kurang. Pertanyaan penelitian : apakah ketiga faktor tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gizi buruk di kabupaten Lombok Timur. Tujuan : apakah gizi buruk yang tinggi di Kabupaten Lombok Timur disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan karakteristik keluarga, pola asuh anak, dan kinerja posyandu. Metodologi : rancangan penelitian yang digunakan : kasus-kontrol dengan perbandingan 1:1, dimana kasusnya adalah anak usia 12-23 bulan yang gizi buruk, sedangkan pembanding adalah anak usia 12-23 bulan gizi baik. Data yang digunakan adalah hasil pekan penimbangan yang dilakukan di Lombok Timur pada Desember 2005. Variabel terikat : gizi buruk, sedangkan variable bebasnya ada 16 variabel yang terkait dengan faktor kinerja posyandu, pola asuh anak dan karakteristik keluarga. Jenis data : primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat, untuk menjawab hipotesis : apakah faktor kinerja posyandu, pola asuh anak dan karakteristik keluarga dapat meningkatkan risiko terjadinya gizi buruk di kabupaten Lombok Timur. Hasil : Dari 16 variabel yang dianalisis, 8 variabel secara sendiri-sendiri merupakan faktor risiko terjadinya gizi buruk, yaitu : pendapatan keluarga (berisiko 5,03 kali), tingkat pendidikan ibu (2,32 kali), pengetahuan ibu mengenai pemantauan pertumbuhan (berisiko 15,64 kali), pengasuh anak (7,87 kali), berat badan lahir (5,73 kali), lama ASI eksklusif (2,57 kali), status imunisasi (10,28 kali), dan pola makan anak (3,27 kali). Namun secara bersama (simultan), hanya pengetahuan ibu yang bermakna sebagai faktor risiko gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur. Kesimpulan : Faktor karakteristik keluarga dan pola asuh anak merupakan faktor risiko kejadian gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan faktor kinerja posyandu tidak merupakan faktor risiko kejadian gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur.

Background : Prevalences of severe malnutrition in Lombok Timur district, West Nusa Tenggara Province, for 5 years (2001-2005) have not changed and tend to increased, although any treatment programs has been implemented. There are 3 caused factors was predicted : posyandu performance, family characteristic and children caring. The research questions : are the three factors above as risk factors on occurance of severe malnutrition in Lombok Timur district. Objective : to assess the risk factors of posyandu performance, family characteristic and children caring on the occurance of severe malnutrition. Method : The study was an analytic with case-control design. Subject of the study was divided into two groups, i.e. case and control with comparison 1 : 1 which matched to age.The case were children 12-23 months with severe malnutrition and control were children 12-23 months without severe malnutrition. Total subject were 130 children, consist of 65 cases and 65 controls. Data was taken from ‘weighing weeks’ (sweeping) result conducted in Lombok Timur district on December 2005. Dependent variable was severe malnutrition and independent variabel were consist of 16 variables related to posyandu performance, family characteristic and child caring. Data analized by SPSS software to univariate, bivariate and multivariate analysis. Result : There were 8 variables of 16 variabels partially identified as risk factors on occurance of severe malnutrition : family income (Odds Ratio = 5,03), mother’s education (OR = 2,32), mother’s knowledge of growth monitoring (OR R = 8,13), children caretaker (OR = 7,87), birth weight (OR = 5,73), exclusive breastfeeding duration (OR = 2,57), immunization status (OR=3,86), and children food pattern (OR = 3,27). Simultaneously, only mother’s knowledge of growth monitoring was the risk factor on occurance of severe malnutrition in Lombok Timur district. Conclusion : Family characteristic factors and children caring factors are the main risk factors on occurance of severe malnutrition in Lombok Timur district. Posyandu performance factors were not identified as a risk factor on occurance of severe malnutrition in Lombok Timur district.

Kata Kunci : Gizi Buruk,Pola Asuh Anak,Kinerja Posyandu, Severe malnutrition, Posyandu performance, family characteristic, children caring


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.