Hubungan faktor demografi dan sosial ekonomi dengan status vitamin A dan Zink pada anak SD Stunted di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
STYANINGRUM, Silvia Dewi, Prof.dr. Hamam Hadi, MS.,ScD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)Latar Belakang : Status vitamin A dan zink mempengaruhi pertumbuhan linear anak. Anak stunted biasanya tumbuh di tengah keluarga berstatus sosial ekonomi rendah. Asupan vitamin A dan zink tidak adekuat banyak terjadi di negara berkembang, yang diindikasikan kemiskinan dan malnutrisi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan faktor demografi dan sosial ekonomi dengan status vitamin A dan zink pada anak SD stunted. Metode : Penelitian observasional, rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak sekolah dasar kelas IV-VI, stunted (TB/U <-2 SD) di kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul (n=64). Subjek diukur kadar retinol dan zink plasma, recall 5 hari, diobservasi kondisi demografi dan sosial ekonomi menggunakan kuesioner. Analisis hubungan menggunakan Chi2, dan analisis faktor risiko menggunakan rasio prevalensi. Hasil : Tidak ada hubungan antara faktor demografi dan sosial ekonomi dengan status vitamin A dan zink (p>0,1). Analisis faktor risiko menunjukkan: laki-laki berisiko 1,3 kali untuk status zink lebih tinggi dibandingkan perempuan (RP=0,77, IK 95%:0,19-1,83), usia kurang dari 10 tahun berisiko 1,39 kali untuk status vitamin A lebih tinggi dibandingkan usia lebih dari 10 tahun (RP=0,57; IK 95%:0,29-1,83), subjek dari keluarga dengan anak kurang dari 2 berisiko 1,06 kali untuk status vitamin A (RP=0,94; IK 95%:0,28-2,73) dan zink (RP=0,94; IK 95%:0,28-2,73) lebih tinggi dibandingkan keluarga dengan anak lebih dari 2, subjek dari ibu berpendidikan kurang dari SMP berisiko 1,14 kali untuk status vitamin A lebih tinggi dibandingkan ibu berpendidikan lebih dari SMP (RP=0,88; IK 95%:0,24-2,40), subjek dari keluarga berpengeluaran kurang dari 500 ribu/bulan berisiko 1,19 kali untuk status zink lebih tinggi dibandingkan yang berpengeluaran lebih dari 500 ribu (RP=1,19; IK 95%:0,39-5,12), dan subjek dari keluarga yang tidak memiliki sarana informasi berisiko 1,31 kali untuk status vitamin A (RP=1,31; IK 95%:0,45-7,55) dan 1,1 kali untuk status zink (RP=1,1; IK 95%:0,31-4,88) lebih rendah dibandingkan yang memiliki sarana. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara faktor demografi dan sosial ekonomi dengan status vitamin A dan zink
Background: Status of vitamin A and zinc affects child linear growth. Stunted children usually develop among families with low social economic status. Inadequate intake of vitamin A and zinc mostly happens in developing countries as indicated from poverty and malnutrition. Objective: To identify relationship between demographic and social economic factors and status of vitamin A and zinc among stunted elementary school children. Method: The study was observational with cross sectional design. Subject of the study consisted of stunted elementary school children at grade IV–VI (height/age <-2 deviation standard) of Imogiri Subdistrict, Bantul (n=64). Samples were measured in the level of plasma retinol, plasma zinc and 5 days intake and observed their demographic and social economic condition through questionnaire. Analysis of relationship used chi square and analysis of risk factors used epi info. Result: There was no relationship between demographic and social economic factors with status of vitamin A and zinc (p>0,1). Analysis of risk factors showed that male had higher zinc status (RP=0.77, IK 95%: 0,19– 1.83), increasing age lowered status of vitamin A (RP=0.72; IK 95%: 0.29- 1.83), greater number of children in the family lowered status of vitamin A (RP=0.94; IK 95%: 0.28–2.73) and zinc (RP=0.94; IK 95%: 0.28–2.73), increasing mother’s education lowered status of vitamin A (RP=0,88; IK 95%: 0,24-2,40), greater expense of the family increased status of zinc (RP=1.19; IK 95%: 0.39–5.12), and ownership of information facilities increased status of vitamin A (RP=1.31; IK 95%: 0.45-7.55) and zinc (RP=1.1; IK 95%: 0.31-4.88). Conclusion: There was no relationship between demographic and social economic factors with status of vitamin A and zinc.
Kata Kunci : Pertumbuhan Anak,Status Vitamin A dan Zink,Demografi dan Sosial Ekonomi