Pola konsumsi makan di luar sebagai faktor resiko terhadinya obesitas pada remaja SMP di Kota Palembang
PODOJOYO, Prof.dr. Hamam Hadi, MS.,ScD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan)Latar belakang, Masalah gizi pada remaja merupakan masalah yang kompleks, keadaan ini disebabkan karena remaja sering melewatkan waktu makan, ngemil, makan tidak teratur sehingga makan makanan seperti fast foods di luar rumah menjadi pilihan popular. Prevalensi obesitas pada remaja hasil penelitan di daerah perkotaan Yogyakarta sebesar 7,8 %, Tanggerang 5,01 % dan di Surabaya sebesar 6,5 %. Perubahan pola makan keluarga dan kebiasaan makan di luar rumah seperti di restoran atau rumah makan diduga sebagai faktor yang dapat meningkatkan prevelensi obesitas di perkotaan Kota Palembang. Tujuan penelitian, untuk memperoleh prevalensi obesitas dan mengetahui hubungan pola makan di luar rumah pada remaja SMP obesitas dan tidak obes di Kota Palembang. Metode penelitian, pertama dilakukan survei 1300 anak remaja SMP di Kota Palembang untuk mengetahui prevalensi obesitas menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan teknik cluster random sampling, kedua untuk memperoleh hubungan pola konsumsi di luar rumah dengan obesitas menggunakan case control study dengan teknik simple random sampling. Besar sampel keseluruhan pada rancangan penelitian case control adalah 174 orang dengan melakukan maching usia, jenis kelamin dan kelas. Waktu pelaksanaan penelitian bulan Juli – Desember 2005. Hasil pengumpulan data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian, prevalensi obesitas pada remaja SMP di Kota Palembang 6,62 %. Tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05) antara frekuensi makan, konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat di luar rumah dengan kejadian obesitas. Terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara konsumsi energi total konsumsi lemak total, konsumsi karbohidrat total, frekuensi makan di rumah, status obes orang tua, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan ayah dan pendidikan ibu dengan kejadian obesitas. Kesimpulan, Faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas adalah frekuensi makan di rumah, konsumsi energi total, status obes orang tua dan pendidikan ayah. Dari faktor tersebut yang dominan dengan obesitas adalah frekuensi makan di rumah.
Background: Teenagers nutriture are complicated because teenagers often ignore meal time, have snacks and do not eat regularly so that eating out such as having fast foods becomes a favorite choice. Prevalence of obesity among teenagers in Yogyakarta is 7.8%, Tangerang 5.01% and Surabaya 6.5%. Changes of eating pattern in the family and habit of eating out at restaurants or food courts are presumed as factors that increase prevalence of obesity at Palembang Municipality. Objective: To explore prevalence of obesity and identify relationship of eating out pattern among obese and non obese junior high school teenagers at Palembang Municipality. Method: First, a survey was done to 1,300 junior high school teenagers at Palembang Municipality to find out prevalence of obesity using cross sectional design with cluster random sampling technique. Next, to find out relationship between eating out consumption pattern and obesity, case control study with simple random sampling technique was used. Total number of samples in case control design was as many as 174 people, matched with age, sex and grade. The study was conducted in July – December 2005. Data were analyzed using univariable, bivariable and multivariable techniques. Result: Prevalence of obesity among junior high school teenagers at Palembang Municipality was 6.62%. There was no significant relationship (p>0.05) between eating out frequency, consumption of energy, protein, fat and carbohydrate and occurence of obesity. There was significant relationship (p<0.05) between total consumption of energy, fat, carbohydrate, frequency of eating in, obese status of parents, social economic status of the family, education of fathers and mothers and occurence of obesity. Conclusion: Factors related to occurence of obesity were frequency of eating in, total consumption of energy, obese status of parents and education of fathers. The factor most dominantly related to obesity was frequency of eating in.
Kata Kunci : Obesitas,Pola Konsumsi Makan, teenagers, obesity, eating out