Determinan kinerja dokter primer pada lembaga jaminan kesehatan Jembrana di Kabupaten Jembrana Bali
ARSANA, I Nyoman, drg. Julita Hendrartini, M.Kes
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan daLatar belakang. Kerjasama antara badan penyelenggara jaminan kesehatan dengan pihak pemberi pelayanan kesehatan merupakan satu unsur penting dalam manajemen asuransi kesehatan. Lembaga Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) memberikan pelayanan kesehatan dasar dengan memberikan akses berobat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jembrana pada dokter umum praktek swasta yang preminya dibayar di muka oleh pemerintah daerah. Tujuan. Untuk memperoleh gambaran mengenai kinerja dokter primer dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja dokter primer pada Lembaga Jaminan Kesehatan Jembrana. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik, dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah dokter umum praktek swasta yang terikat kontrak dengan JKJ. Variabel bebas penelitiannya adalah motivasi kerja, ciri individu dan faktor hygiene, variabel terikat adalah kinerja dokter primer, analisis data menggunakan kai kuadrat (chi square), regresi logistik Hasil. Dokter primer yang kinerjanya baik sebanyak 36 (61,02 persen) dan yang kinerjanya jelek sebanyak 23 (38,98 persen). Pada analisis bivariat semua variabel menunjukkan hubungan yang bermakna, kecuali jenis kelamin (p>0,05). Pada analisis multivariat semua variabel menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai sebagai berikut: ciri individu (p:0,000; R2:0,290; β:5,789), motivasi (p:0,032; R2:0,075; β:1,161) dan faktor hygiene (p:0,025; R2:0,172; β:2,99). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara ciri individu, motivasi dan faktor hygiene dengan kinerja dokter primer pelaksana JKJ.
Background: Cooperation between health insurance institution and health service provider is an important element in health insurance management. In Jembrana district, Jembrana health insurance institution provides basic health service by giving an access to cure for all people at Jembrana district to go to general doctor in private practice that premium paid by local government using fee for service. Objective: The study was aimed to describe primary doctor’s performance and factors that influence primary doctor’s performance on Jembrana health insurance institutions. Methods: This was an analytic study with cross sectional design. Subject of the study was general doctor in private practice that have contract with Jembrana insurance institution. Dependent variable of the study is job motivation, individual characteristic, and hygiene factor, while its independent variable was primary doctors’ performance. Data were analyzed using chi square and logistic regression. Results: The result of the study showed that there were 36 (61.02%) primary doctors who had good performance and 23 (39.98%) primary doctors who have bad performance. On bivariate analysis, all variables showed significant correlation except gender (p > 0.05). On multivariate analysis, all variables showed significant correlation with proportion: individual characteristic (p: 0.000; R2 : 0.290; β: 5.789), motivation (p: 0.032; R2 : 0.075; β: 1.161), and hygiene factor (p: 0.025; R2 : 0.172; β: 2.99). Conclusions: There were significant correlation between individual characteristic, motivation, and hygiene factor and primary doctor’s performance on Jembrana health insurance.
Kata Kunci : Asuransi Kesehatan,Kinerja Dokter