Analisis biaya operasional Program Kesehatan Ibu dan Anak berdasarkan standar pelayanan minimal Puskesmas Kota Pematang Siantar :: Kajian di Puskesmas Raya Kota Pematang Siantar
PINEM, Alemina Rosalia, dr. Kristiani, SU
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan daLatar belakang Kecukupan alokasi anggaran kesehatan menjadi faktor penting untuk mewujudkan pelaksanan program KIA agar dapat mencapai standar pelayanan minimal. Untuk itu perlu dilakukan analisis biaya operasional yang dapat dipakai untuk menentukan besarnya anggaran biaya yang seharusnya untuk program KIA, di samping juga melakukan wawancara dengan stakeholders untuk mengetahui pendapat mereka mengenai pembiayaan program KIA di Kota Pematang Siantar. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya operasional program KIA puskesmas di Kota Pematang Siantar, yakni dengan menghitung realisasi biaya tahun 2004 dan menghitung anggaran operasional program KIA untuk tahun 2006, serta untuk mengetahui tanggapan stakeholders tentang pembiayaan program KIA di Kota Pematang Siantar. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Penelitian ini menganalisis realisasi biaya operasional luar gedung dan mengasumsikan anggaran program KIA luar gedung berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan metode real cost. Pendapat stakeholders diketahui dengan melakukan wawancara mendalam dan kegiatan normatif program KIA diketahui dengan cara Focus Group Discussion (FGD) dengan Kasubdin Binkesmas, Ka Sie KIA, Kepala Puskemas dan bidan pengelola program KIA puskesmas. Hasil : Realisasi biaya operasional program KIA sebesar Rp. 11.149.461,- dengan biaya langsung Rp.10.898.500,- dan biaya tidak langsung Rp. 250.961,- Asumsi anggaran operasional program KIA berdasar SPM adalah Rp. 18.634.372,- dengan biaya langsung Rp.18.359.000,- dan biaya tidak langsung Rp. 275.372,- Persentase kenaikan jumlah biaya hasil analisis program KIA di Puskesmas Raya terhadap asumsi anggaran berdasarkan SPM adalah sebesar 40%. Menurut pendapat stakeholders, anggaran biaya kesehatan di Kota Pematang Siantar saat ini belum mampu mencapai target SPM. Adapun selama ini anggaran program KIA belum diperhitungkan dalam Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) Dinas Kesehatan Kota. Kesimpulan : Untuk mencapai target SPM, diperlukan peningkatan biaya operasional program KIA dan anggaran untuk program KIA harus dimasukkan ke RASK Dinas Kesehatan Kota.
Background. Adequate allocation for health budget becomes an important factor to establish MCH (mother and child health) programs in order to achieve minimal standar of services, For this reason, it is necessary to make operational cost analysis that be useful to determine to appropriate amount of budget for MCH programs, also to get opinions from stakeholders on health financing in the city of Pematang Siantar. Objective. The objective of this research were to analyze the operational cost of MCH programs in health center in Pematang Siantar by calculating the cost realization in the year of 2004, calculating the operational budget of MCH program in 2006, also to know stakeholder’s opinion on MCH program financing in the city of Pematang Siantar. Methods. This research was a descriptive research, with case study design. The research analyzed the realization of operational cost of MCH outdoor program and assumed the budget of MCH outdoor programs, based on minimal standar of services by using real cost method. The stakeholders’ opinion were recorded through in-depth interview and normative activities of MCH program were known by using Focus Group Discussion with the Head of Binkesmas (Sub section of community Health Education), Heads of Health Centers, midwives responsible for MCH programs, and Heads of Planning Section of Health Office. Result. The realization of operational cost of MCH outdoor programs in Raya Health Centre in 2004 was Rp. 11.149.461,- with direct cost Rp. 10.898.500,- and indirect cost Rp. 250.961,- While the assumption of the budget of the MCH outdoor program in 2006 based on minimal standard of services was Rp. 18.634.372,- with direct cost Rp. 18.359.000,- and indirect cost Rp. 275.372. The increasing percentage resulting from the analysis of MCH programs realization in Raya health centre towards the assumption of budget based on minimal standard of services was 40%. According to the stakeholders’ opinion, the budget for health financing in Pematang Siantar has not achieved minimal standar of services. Conclusion. To achieve the target of minimal standar of services, it is necessary to increase the operational cost for MCH programs and the budget must be calculated in Healty Office budget planning.
Kata Kunci : Pembiayaan Kesehatan,Program KIA