Hubungan karakteristik individu dan pengetahuan dengan persepsi petugas kesehatan tentang Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (PJKMM) di Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara
SUSIDASARI, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan daLatar Belakang : Adanya masa transisi dan perkembangan PJKMM (Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin) di Kabupaten Serdang Bedagai erat kaitannya dengan pengetahuan dan sosialisasi petugas kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan tingkat I serta penanggungjawab program di Puskesmas dan wilayah kerjanya. Data profil dan renstra kabupaten menunjukkan bahwa salah satu sebab dari rendahnya pembiayaan kesehatan (3,64%) dari APBD adalah kurangnya pengetahuan dan sosialisasi dari petugas kesehatan tentang program-program kesehatan tersebut. Hal ini berhubungan dengan karakteristik individu dari petugas kesehatan sendiri. Kenyataan ini perlu diperhatikan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya gakin, dan keberhasilan PJKMM. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individual yang meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, pengetahuan, pelatihan dan sosialisasi, dengan persepsi petugas kesehatan, yaitu Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) tingkat I tentang PJKMM. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah Kepala Puskesmas sebanyak 17 orang (total sampling) dan bidan desa sebanyak 66 orang (proportional sampling). Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan data pelengkap diambil dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dari masing-masing variabel independent dan dependen, dan analisis bivariat menggunakan uji Chi kuadrat untuk melihat hubungan antara variabel independent dan dependen. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman dan persepsi tentang PJKMM (p= 0,018, X2= 5,607). Sebaliknya , umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, pelatihan dan sosialisasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi dikarenakan responden memiliki karakteristik yang berbeda dan aktif sebagai penanggungjawab program tersebut. Dari pertanyaan terbuka diperoleh informasi bahwa faktor pengalaman dan sosialisasi merupakan penyebab utama yang menentukan persepsi responden tentang PJKMM dan erat hubungannya dengan pekerjaan responden. Kesimpulan : Persepsi Kepala Puskesmas dan bidan desa sebagai Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) tingkat I dipengaruhi terutama oleh faktor pengalaman.
Background. The transition period and the development of PJKMM (health Fund for The Poor Program) in the District of Serdang Bedagai is strongly related with the knowledge and socialization of health officers as the first level health service providers and the ones responsible for programs in health centers and in his/her work place. District profile data and strategic plan show that one of the reasons of low health financing, which is 3.64% from APBD (Local Revenue and Expenditure Budget), is lack of knowledge and socialization of health officers on health programs. This is related to individual characteristics of health officers. This fact is necessary to notify in order to increase the quality of health service, particularly for poor families, and to succeed the PJKMM. Objective. The objective of the research was to know the relation of individual characteristics consisted of age, sex, education, occupation, experience, knowledge, training, and socialization, with the perception of health officers (first level health service providers) on PJKMM. Methods. This research was an analytical research, using cross sectional design. The research subjects were 17 Heads of Health Centers (total sampling) and 66 village midwives (proportional sampling). Primary data were collected by questionnaires and supporting data were collected by open questionnaires. The data were analyzed statistically by using univariate analysis to see the frequency distribution of each independent and dependent variables, and bivariate analysis using Chi Square test to know the relation between independent and dependent variables. Result . There was significant correlation between experience and the perception of health officers on PJKMM (p=0.018, X2=5.607). On the opposite, there was no significant correlation between age, sex, education, occupation, knowledge, training, and socialization with the perception because the respondents had different characteristics and active as the people responsible for the program. From open questionnaires, it was known that experience and socialization was the main factor that determined the perception of health officers on PJKMM and closely related to respondents’s occupations. Conclusion. The perception of Heads of Health Centers and village midwives as the first level health service providers was mainly influenced by experience
Kata Kunci : Program JKMM,Persepsi Petugas dan Karakter Individu