Analisis pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Kutai Kartanegara
SUJATMIKO, Anang Hadi, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan daLatar Belakang : Salah satu tujuan program kesehatan adalah pemerataan pelayanan kesehatan dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Secara khusus perhatian diarahkan kepada pemerataan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin. Kemiskinan telah membuat jutaan masyarakat kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya akses ke pelayanan publik termasuk kesehatan, begitu pula di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang menyebabkan akses ke pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin rendah. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional survey. dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner dan dianalisis dengan analisis univariate, bivariate dan multivariate, sedangkan untuk data kualitatif diperoleh dengan wawancara pimpinan puskesmas dan masyarakat miskin. Pengambilan sampel dalam penelitian adalah dengan proportional sampling, dengan jumlah sampel 270 jiwa. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan panduan wawancara. Variabel yang akan diteliti yaitu variabel bebas meliputi: umur, jenis kelamin, pendidikan, pengeluaran, sikap atau pandangan terhadap pelayanan kesehatan, kepemilikan jaminan pembiayaan kesehatan, jarak ke fasilitas kesehatan, sarana transportasi, ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, wilayah dan kebutuhan/persepsi sakit, sedangkan variabel terikatnya adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan masyarakat miskin. Hasil Penelitian : Dari hasil analisis kuantitatif menunjukan variabel pendidikan, sikap/pandangan terhadap pelayanan kesehatan, sarana transportasi, dan wilayah berhubungan secara signifikan (p<0.05). Pada analisis kualitatif dari hasil wawancara diperoleh informasi, bahwa faktor penghambat utama masyarakat miskin tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah sarana transportasi. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah pendidikan, sikap/pandangan terhadap pelayanan kesehatan, sarana transportasi, dan wilayah.
Background: One of health program objectives is accessible and even distribution of health service to the community at all levels. Attention is in particular directed to even distribution of health service for poor communities. Poverty has made millions of people unable to pay health cost and have limited access to public service in health. The same condition also happens in district of Kutai Kartanegara. Objective: The study was intended to find out factors which encouraged access to health service by poor communities. Method: The study was correlational with cross sectional survey design, using both quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were obtained from questionnaire and analyzed using univariable, bivariable and multivariable techniques, whereas qualitative data were obtained from interview with heads of community health center and poor communities. Samples were taken using proportional sampling technique with as many as 270 people. Data collection used questionnaire and interview guide. Independent variables consisted of: age, sex, education, expenditure, attitude or view about health service, ownership of health insurance, distance to health facilities, transport facilities, availability of health service facilities, area and need/perception of being ill, whereas dependent variable was utilization of health service by poor communities. Result: The result of quantitative analysis showed that factors of education, attitude/view about health service, transport facilities, and area had significant relationship (p<0.05). The result of qualitative analysis from interview showed that factors hindering poor communities from utilizing health service were transport facilities. Conclusion: Factors affecting utilization of health service by poor communities at district of Kutai Kartanegara were education, attitude/view about health service, transport facilities, and area.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Masyakarat Miskin