Analisis potensi pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat di Kabupaten Langkat
SITEPU, Edi Yatena, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan daakses dan mutu pelayanan kesehatan. Hal tersebut menjangkau efisiensi pengeluaran langsung masyarakat dan mengefektifkan pemberi pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi masyarakat di wilayah kabupaten Langkat dalam rangka pengembangan JPKM. Methodology : Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Unit analisis berupa masyarakat dengan pengambilan sample melalui teknik systematic random sampling. Infromasi diperoleh dari hasil wawancara dan telaah dokumen, selanjutnya informasi yang diperoleh di analisis dengan pendekatan deskriptif dan tabulasi. Hasil : Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa potensi dari aspek kepesertaan, hanya 27,53% penduduk yang telah memiliki jaminan asuransi, namun penduduk umumnya tidak terorganisir dalam kelompok- kelompok. Dari sudut aspek keuangan, kemauan masyarakat untuk membayar kesehatan (WTP) sebesar Rp. 10.000,- s/d Rp. 25.000,- sementara kemampuan (ATP) membayar berkisar Rp. 25.000,- s/d Rp. 100.000,-.Dari seluruh responden yang diwawancarai, 72,5 % menyatakan berminat untuk ikut serta dalam program JPKM. Kesimpulan : Potensialitas masyarakat untuk pengembangan JPKM di Kabupaten Langkat cukup baik dari aspek kepesertaan, keuangan dan minat.
Background: The JPKM program has been an appropriate program to provide better health service access and quality. This involves efficiency and effectiveness in direct expenditures of public health service providers. Objective: This research aimed to identify the public potentials of JPKM program development in Langkat district. Method: It was a descriptive research with quantitative approach. Analysis units involved community members with samples gathered using systematic random sampling. Information were collected through interviews and documentation study, Information obtained were analyzed using descriptive and tabulation approaches. Result: Researh results identified that viewed from participation aspect potentials, only 27.53% of population were covered with insurance programs. However, general population were not organized in groups. Based on financial aspect, public willingness to pay (WTP) for health service ranged from IDR 10,000 to 25,000, while their ability to pay (ATP) ranged from IDR 25,000 to 100,000. Out of all respondents interviewed, only 72% of them interested to participate in the JPKM program. Conclusion: Public potentials for JPKM program development in Langkat district was moderately good viewed from participation, financial, and interest aspects.
Kata Kunci : Asuransi Kesehatan,JPKM,Potensi Masyarakat